Postur Anggaran Dinkes Sampang Besar, Program Belum Tuntas

(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) FANTASTIS: Anggaran yang digelontorkan untuk Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang tahun ini mencapai Rp160 miliar.

KABARMADURA.ID | SAMPANG-Anggaran di bidang kesehatan tahun ini cukup fantastis. Secara keseluruhan dana mencapai Rp160 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dana tersebut tertuang pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2021. Bahkan, juga mendapatkan sumber dana dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Dana Insentif Daerah (DID).

Hanya saja, mayoritas besaran anggaran kesehatan bertumpu pada DAK. Namun tidak semua sumber anggaran bisa dimanfaatkan secara optimal. Sebab terkena refocusing anggaran selama empat tahap berturut-turut dengan nominal yang cukup fantastis. Sehingga banyak program yang tidak bisa direalisasikan.

“Jika di atas kertas memang banyak. Tapi yang terpotong juga banyak. Anggaran yang diperoleh dari DID saja Rp70 miliar dan dari JKN Rp45 miliar, kalau dari DAU sebagian kecil saja,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Abdullah Najih, Senin (6/12/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, tidak terlaksananya program kegiatan di tahun 2021 akibat refocusing anggaran akan dilanjutkan di tahun 2022 nanti. Demi mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, diharapkan tidak ada refocusing anggaran di tahun 2022. Sebab sesuai postur anggaran tahun 2021, penggunaannya sudah jelas. Yakni, sebagian besar digunakan untuk penanganan Covid-19.

“Termasuk pemenuhan fasilitas dan manajemen pelayanan kesehatan. Intinya sebagian besar anggaran digunakan untuk penanganan Covid-19 dan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas,” ucapnya.

Dari keseluruhan anggaran, sebesar 60 persen untuk belanja dan honor pegawai. Postur anggaran tersebut  tidak bisa diotak-atik. Sehingga sisanya untuk penanganan Covid-19 yang diploting sebesar 45 persen dari anggaran. “Jadi sudah jelas penggunaannya, hanya besar di atas kertas saja,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Sampang Musaddaq Khalili mengatakan, untuk tahun depan pengelolaan anggaran kesehatan harus lebih transparan. Sebab masih ada pengelolaan dana untuk fasilitas kesehatan yang perlu dijelaskan kepada wakil rakyat. “Dinkes salah satu lembaga pemerintah yang mendapatkan anggaran besar. Kedepan harus lebih transparan,” sarannya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

Tinggalkan Balasan