Potensi Investasi Rp47 Triliun di Pamekasan Terhambat

  • Whatsapp
(KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) OPTIMISTIS:  Lesunya iklim investasi di Pamekasan diakui Bupati Baddrut Tamam karena situasi yang belum juga kondusif.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Potensi investasi Rp47 triliun dari beberapa investor terhambat dengan kurang kondusifnya situasi Kabupaten Pamekasan.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, nilai yang akan diinvestasikan sekitar Rp4,7 triliun. Jika berjalan dengan baik, akan menyerap tenaga kerja asal Pamekasan mencapai 7.700 orang.

“Semua bilang pak bupati mohon maaf kami cancel sementara, atau kami rundingkan di internal dulu,” paparnya menirukan ucapan para investor, Senin (9/3/2020).

Namun  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tetap optimis akan melakukan yang terbaik untuk menggaet kembali investor tersebut. Terlebih, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80  Tahun 2019 mengenai percepatan pembangunan di Jawa Timur, Kabupaten Pamekasan diproyeksikan menjadi sentra kebutuhan gula nasional.

“Rekomendasi menteri ekonomi juga begitu yang disampaikan presiden, presiden sudah tanda tangan, saya memang dalam satu tahun ini jarang turun ke bawah untuk berkomunikasi dengan setiap stakeholder di Jakarta,” jelasnya.

Terhambatnya investasi itu, imbuh Baddrut, lantaran situasi yang belum kondusif. Karenanya dia berharap kondusivitas akan segera tercipta supaya bisa kembali datang untuk melanjutkan  investasi.

Dia berharap, dukungan semua unsur dan saling bergandengan tangan untuk selalu menjaga Pamekasan, sehingga beberapa visi misi yang menjadi prioritasnya bisa terlaksana.

“Kami masih akan terus mengupayakan agar program investasi itu berhasil terlaksana di sini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Harun Suyitno menilai, Kabupaten Pamekasan masih masuk kategori ramah investor. Namun perlu intensitas komunikasi, sehingga tidak ada lagi kesalahan tanggapan antara pemkab dengan masyarakat, sebab setiap program yang ada perlu sosialisasi secara komprehensif.

Namun sebagai legislator, pihaknya siap bekerja sama dengan Pemkab Pamekasan agar suasana kondusif tercipta dan investor kembali berminat.

“Jadi komunikasi dan sosialisasi itu juga penting dan itu tugas pemerintah daerah,” terangnya. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *