oleh

Potensi Peternakan Kambing Saperos Sangat Menjanjikan 

KABARMADURA.ID – Pengembangan peternakan kambing perah di Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan mulai diminati warga. Tentu, karena sangat menguntungkan baik dari segi perekonomian warga, maupun sektor perkembangan potensi desa secara umum.

HELMI YAHYA, BANGKALAN

PENINGKATAN sektor peternakan di Bangkalan perlahan bermunculan. Salah satu sektor yang sebelumnya kerap dipandang terbatas untuk dikembangkan, kini perlahan mulai dibuktikan dengan hasil nyata dan memuaskan. Sebab, Desa Dlemer, Kecamatan Arosbaya sudah mulai memunculkan produk susu kambing yang diperah sendiri oleh peternak desa.

Desa tersebut, kini memiliki spesies kambing endemik lokal. Kambing tersebut, berasal dari hasil kawin silang antara kambing sanin dengan kambing pote Arosbaya. Kemudian diberi nama Kambing Sanin Dan Kambing Pote Arosbaya dan disingkat Saperos.

Kambing tersebut menjadi spesies yang dikembangkan oleh masyarakat. Sebab,  memiliki daging yang empuk, dan produksi susu kambing yang cukup banyak. Bahkan, hasil susu tersebut sudah mulai dipasarkan hingga ke luar daerah Madura. Tepatnya, dipasarkan hingga Surabaya dan sekitarnya.

Ketua Kelompok Peternakan Desa Dlemer Arosbaya, Rahmatullah mengatakan, potensi besar di bidang peternakan harusnya menjadi opsi pengembangan yang bisa didukung oleh pemerintah. Sebab, keuntungannya cukup lumayan.

”Peternak di Bangkalan ini sudah banyak, tetapi jarang ada yang mau mengembangkan potensi ternaknya,” paparnya (2/3/2021).

Rahmatullah, beserta kelompok peternakan yang ada di Desa Dlemer, sudah memulai pengembangan peternakan setelah mendapatkan pembinaan dari Koerasi Madura Multifam Agromandiri (KMMA). Setelah mengikuti pembinaan, warga mulai mencoba dan menekuninya.

”Warga lokal yang tertarik, kemudian belajar dan mencoba untuk pengembangannya,” ujarnya.

Menurutnya, peternak mulai fokus mengembangkan dua sektor Saperos. Yakni pengembangan di sektor perah dan daging. Sehingga,  ada dua kandang yang dipisah. Kandang pertama berisi 19.ekor khusus untuk dikembangkan menjadi pedaging. Sedangkan kandang kedua diisi 17 kambing Saperos yang dikembangkan untuk susu perah.

”Setiap hari, kami menghasilkan 20 liter susu kambing, kemudian dijual ke Surabaya, dan sebagian dijadikan obat asma oleh warga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua KMMA Bangkalan Sulhan Badri, mengatakan kambing Saperos adalah kambing resmi endemik lokal Arosbaya. Seharusnya, menjadi perhatian pemerintah daerah, untuk segera di akuisisi. Sebab, potensi pengembangannya cukup pesat.

”Kalau tidak segera diakuisisi, khawatir diklaim oleh daerah lain, karena sudah banyak yang dikirim ke luar Madura,” tukasnya. (km59/ito)

Komentar

News Feed