Potret Inspirasi dari Fadlurrahman, Santri PP. Annuqayah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ Ponpest Annuqayah for KM) LUAR BIASA: Moh. Fadlurrahman, santri PP. Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep yang menjuarai berbagai lomba debat dan menulis  tingkat nasional hingga internasional.

KABARMADURA.ID | Capaian prestasi santri satu ini patut menjadi inspirasi generasi muda. Bagaimana tidak, di usianya yang relatif muda, ia meraih prestasi di beberapa perlombaan debat bahasa Arab dan penulisan esai bahasa arab tingkat nasional hingga internasional. Ia bernama Moh. Fadlurrahman, santri Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep. 

IMAM MAHDI, SUMENEP 

Santri asal Dusun Tambak Sari Desa Pakamban Daja, Kecamatan Pragaan itu mengaku selama di pondok, ia mengatur waktu agar lebih disiplin dalam belajar. Kedisiplinan menjadi prinsip hidup yang utama baginya. Selain itu, menurutnya,  patuh kepada orangtua juga menjadi kunci dalam meraih kesuksesan dalam setiap bidang.

“Di Pondok Annuqayah Guluk-Guluk daerah Latee, kami meraih sebanyak 16 prestasi,” katanya, Kamis (21/10/2021).

Ia mengaku, setiap lomba yang dijuarainya bukan suatu yang instan. Di balik pencapaian, ada proses luar biasa di belakangnya. 

“Kami terlebih dahulu memahami teknik menulis arab (kitabah) di Rayon Darullughah Al-‘Arabiyah wal Fiqh As-Salafi selama empat tahun. Di sana kami belajar kepada para mu’allim yang memang mahir di bidangnya,” ujar santri yang akrab disapa Fadlur itu. 

Torehan prestasinya dimulai sejak tingkat madrasah ibtidaiyah (MI) hingga madrasah aliyah (MA). Ia sering meraih rangking, bahkan ia pernah menjadi siswa teladan. Dari sekian banyak prestasi yang diraihnya, salah satu di antaranya yaitu Juara 2 Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, Juara 2 Debat Bahasa Arab tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang (2018), Juara  2 Lomba Penulisan Esai Jawi se Asia-Tenggara yang diselenggarakan oleh Universitas  Teknologi Malaysia tahun 2021, dan sebagainya.

Ia menegaskan, bahwa semua pencapaiannya tersebut juga tidak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk juga doa orangtua, pengasuh, guru, dan  teman-temannya. Ia berharap, pencapaiannya tersebut bisa mengharumkan nama pondok tempat ia menimba ilmu. 

Selain itu, pria kelahiran Sumenep, 14 Juni 2000 itu mengaku bahwa selama belajar di pondok hingga sekarang, ia selalu berupaya seoptimal mungkin mematuhi segala peraturan pondok. Ia juga berusaha agar taat selalu kepada kiai dan para ustad yang ada di pondoknya. 

 

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *