Potret Nelayan Bancaran Peringati Muharram, Gelar Rokat Tase’ untuk Keselamatan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) MERIAH: Kegiatan arung laut atau rokat tase' di Desa Bancaran, Bangkalan, kemarin.

KABARMADURA.ID – Tradisi guyub rukun di tengah masyarakat perlu dilestarikan. Hal itu sebagai ikhtiar merawat khazanah budaya lokal yang melekat dan terjadi secara turun temurun.

HELMY YAHYA, Bangkalan

Suasana pagi hari di Sungai Bancaran pada Minggu (22/8) seolah tak biasa. Sungai yang biasanya sepi, dan terlihat berjejer perahu milik nelayan yang hendak mencari nafkah, saat itu berubah menjadi perayaan besar.

Sejak mendekati pintu masuk gang, riuh keramaian warga mulai terlihat, sembari membawa makanannya, menggotong air, ada juga yang sedang disibukkan memilih mainan untuk anak.

Kendaraan roda dua dan roda empat sudah tertata rapi di tepi jalan dekat sungai, sesekali ada yang meneriakkan tunggu, sesekali ada yang bersahutan sholawat. Nampak wajah-wajah sumringah warga setempat menikmati suasana perayaan tersebut.

Perahu yang biasanya hanya membawa jaring, bekal, dan bahan bakar, kali ini juga turut serta mendukung pagelaran tahunan itu, dihiasi bendera warna warni, dan bendera Sang Saka Merah Putih menjadi yang paling tinggi, dan seolah menjadi bukti, bahwa para nelayan sangat mencintai Tanah Airnya.

Usai doa tuntas dipanjatkan, semuanya naik ke kapal sembari membawa barang bawaan, salah satu kapal membawa jajanan tradisional yang nantinya akan diletakkan di pintu masuk arus laut yang sudah ditandai oleh nelayan setempat.

“Makanan yang kami siapkan hanya 7 jenis jajanan pasar, dan juga 7 rupa bunga yang berbeda,” ucap Narto sekretaris dan pemandu acara.

Setelah 76 perahu berangkat beriringan, peletakan jajanan itu juga sudah disiapkan oleh sesepuh nelayan setempat. Yakni oleh Thalib, nelayan sepuh yang sangat dihormati karena suka menolong warga..

Sedangkan Ketua Paguyuban Nelayan Bancaran Al Ikhlas H Ghafur menjelaskan, bahwa kegiatan arung laut atau rokat tase‘ itu dilakukan dalam satu tahun sekali pada bulan Muharram. “Hanya sekali satu tahun, dan hanya diperingati saat Muharram,” katanya.

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota nelayannya itu, dilakukan dengan rute dimulai dari Sungai Bancaran, kemudian jajanan pasar di pintu masuk arus laut, kemudian berkumpul di Gledek Lanjheng Desa Kramat, Bangkalan. “Saya bersyukur acara ini meriah, warga ramai ikut, dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” paparnya.

Kegiatan yang dilakukan, kata Ghafur, adalah upaya ekspresi pengungkapan doa kepada Allah Yang Maha Esa agar terus diberikan perlindungan dan dijauhkan dari marabahaya yang mengancam para nelayan. Selain itu, untuk mendoakan agar nelayan diberikan hasil laut yang melimpah dan berkah.

“Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan aman, semoga doa yang kita panjatkan tercapai, Amin,” pungkasnya. (hel/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *