Potret Sulistiawati Pengusaha Batik Klampar, Berani Inovasi untuk Dongkrak Penjualan

  • Whatsapp
(KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) SULISTIAWATI: pengusaha batik asal Desa Klampar Kecamatan Proppo, Pamekasan

KABARMADURA.ID- Program pelatihan wirausaha baru (WUB) yang diusung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan cukup berdampak pada sebagian peserta yang mengikutinya. Salah satunya yaitu Sulistiawati, pengusaha batik asal Desa Klampar, Kecamatan Proppo yang mengaku bekal pelatihan pemasaran cukup membawa angin segar pada usaha batiknya.

KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN

Ia mengaku memulai usahanya  sejak tahun 2006  lalu dengan melakukan penjualan batik secara konvensional. Namun, sejak mengikuti pelatihan WUB pada tahun 2020 lalu, ia mulai memberanikan diri untuk menjual produknya secara online.

Selain itu, ia juga bercerita, bahwa dirinya telah mencoba beragam terobosan atau inovasi dalam menjual produknya, mulai dari corak warna, desain, hingga kemasan akhir. “Alhamdulillah ada sedikit kemajuan, dari segi pemasaran saya bertambah maju, kalau membatik sejak dari dulu,” paparnya, Senin (6/9/2021).

Istri dari  Halim Maskuri mengungkapkan, dirinya mampu meraup  omzet Rp10 juta per bulan. Dari omzet itu, ia mendapatkan  keuntungan Rp3 juta.

Ia juga sempat berpesan kepada pemuda yang terjun ke dunia usaha agar berupaya keras untuk memajukan usahanya. Selain itu, perempuan kelahiran Pamekasan, 8 Februari itu juga mengutarakan, bahwa salah satu kunci sukses dalam berwirausaha yaitu semangat dan konsistensi.

“Kalau pekerjanya 10 orang, tapi rata-rata dibawa ke rumah masing-masing, setelah selesai, baru dibawa ke rumah saya untuk dijual,” ungkapnya. (rul/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *