PPDB SMA-SMK Tidak Terpenuhi, Cabdindik Jatim di Bangkalan Akui Lulusan SMP di Bawah Pagu

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) DARING: Siswa Bangkalan yang mengikuti pelajaran melalui handphone.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang pendidikan sekolah menengah atas atau sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) di Kabupaten Bangkalan telah selesai. Namun, dari pagu yang ditentukan oleh masing-masing sekolah, belum terpenuhi secara keseluruhan.

Catatan Kabar Madura, hanya satu SMA di Kabupaten Bangkalan yang memenuhi pagu PPDB. Sedangkan jenjang SMK rata-rata semua sekolah tidak memenuhi pagu PPDB.

Bacaan Lainnya

Kepala Seksi (Kasi) Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdik Jatim Cabang Bangkalan Moh Fauzi menjelaskan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi tidak pagu PPDB tidak terpenuhi. Antara lain, karena jumlah pendaftar yang minim dan kurangnya informasi dari sekolah kepada siswa yang lulus.

“PPDB online sudah berakhir tanggal 2 Juni lalu. Memang hampir 99 persen sekolah tidak memenuhi pagu,” katanya, Selasa (29/6/2021).

Fauzi mengungkapkan, faktor yang mempengaruhi minimnya pendaftar itu karena jumlah pagu memang lebih banyak dari pada jumlah lulusan siswa tingkat SMP. Dimana jumlah lulusan selain ditampung di SMA/SMK negeri juga di swasta.

“Begitu pula Madrasah Aliyah (MA) di Bangkalan. Kalau PPDB semua dijumlahkan memang melebihi jumlah lulusan SMP. Siswa juga banyak memilih sekolah di luar Bangkalan meski tidak banyak,” ungkapnya.

Kemudian, kurangnya informasi dari sekolah kepada siswa yang baru lulus ini menyebabkan banyak lulusan dari SMP yang tidak tahu informasi kapan PPDB online dibuka dan ditutup. Informasi dan situasi di tengah wabah ini, diakuinya, memang agak susah.

Karena ketika sudah ada pemberitahuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bangkalan dan sudah menginformasikan ke sekolah-sekolah SMP, masalahnya penyampaian pada siswa itu tidak tatap muka. Sehingga, mengakibatkan miss komunikasi antara sekolah dan siswa.

“Mereka itu siswanya tidak mengerti. Kami sudah menurunkan tim ke semua SMA/SMK negeri untuk menginformasikan masalah PPDB online ke SMP terdekat,” jelasnya.

Meski sudah terjun langsung ke sekolah, tim tidak bertemu siswa. Hal itu juga menyulitkan pemberian informasi. Akhirnya tim hanya bertemu ke bagian konseling (BK) sekolah agar disampaikan ke guru kelas dan disampaikan ke siswa. Pola komunikasi ini diakuinya banyak tidak ditangkap oleh orang dewasa.

Akan tetapi kata dia, dari beberapa faktor itu, yang paling dominan pengaruhnya adalah faktor pagu yang cukup banyak. Diketahui, pagu PPDB SMA/SMK adalah sebanyak 2.994 untuk SMA dan SMK 3.273 siswa.

“Sementara itu pendaftar hanya sekitar 4.500 anak. Akhirnya semua pendaftar diterima karena memang sudah tidak ada lagi yang memilih mendaftar,” jelasnya.

Untuk SMA negeri yang hanya memenuhi pagu adalah SMAN 2 Bangkalan. Lainnya, baik SMA negeri maupun SMK masih kekurangan siswa sesuai pagu.

Maka dari itu, Disdik Jatim Wilayah Bangkalan meminta sekolah mengatur jumlah rombongan belajar (rombel) di kelas masing-masing sekolah yang belum memenuhi pagu

“Stagnan, tahun-tahun sebelumnya juga begitu. Sebenarnya kekurangan tidak banyak, kalau kami hitung kekurangan 4 sampai 8 siswa. Namun dijumlah dari SMA/SMK negeri 113 sekolah cukup banyak,” terangnya.

Sejauh ini, langkah diambil pihaknya yakni meminta pada masing-masing sekolah yang belum memenuhi pagu agar mengatur sendiri jumlah siswa yang ada dan dibagi rombel yang ada.

Dia mencontohkan, jika usulan perkelas 10 siswa tapi yang diterima 9 siswa, maka sekolah harus tetap menetapkan rombel 9.

Karena berdasarkan Dapodik ada aturan tersendiri dan sekolah juga tidak boleh melebihi jumlah rombel yang ada. Hal itu bisa menyebabkan invalid Dapodik.

“Kalau kurang sebenarnya juga invalid, cuma ada aturan yang mengatur itu,” pungkasnya. (ina/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *