PPKM Berjilid-jilid Membuahkan Hasil, Pasien Covid-19 di RSUD SMart hanya Tersisa 6 Orang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) ADA HASIL: Karena penerapan PPKM, jumlah pasien Covid-19 di RSUD SMart hanya tersisa 6 orang.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Penanganan kasus Covid-19 di Pamekasan mulai menunjukkan tanda-tanda keberhasilan. Hal itu dibuktikan dari jumlah pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan yang hanya merawat enam pasien.

Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RSUD SMart dr. Syaiful Hidayat mengungkapkan,  tiga dari enam orang pasien tersebut mengalami gejala ringan, sementara tiga lainnya mengalami gejala berat. Karena itu, dari 30 ruangan khusus pasien Covid-19 yang disediakan, 24 lainnya kosong.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, dokter yang akrab dipanggil Yayak itu mengatakan, pihaknya tetap  menyediakan ruang isolasi sebanyak 10 persen dari total kapasitas rumah sakit. Selain itu, yang awalnya sebanyak 60 orang tenaga kesehatan (nakes) disiagakan, kini hanya tersisa 25 nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19.

Yayak mengatakan, kecilnya angka kasus Covid-19 ini merupakan bentuk keberhasilan dari penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diperpanjang berkali-kali. Sebab, dengan PPKM, angka mobilitas masyarakat semakin menurun. Selain itu, juga berkat kesadaran semua pihak untuk terus mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Ya karena PPKM berjilid-jilid ini, makanya menurun,” ucap Yayak.

Namun, saat jumlah pasien Covid-19 menurun drastis, jumlah pasien umum berangsur meningkat. Bahkan, ruang instalasi gawat darurat (IGD) yang sebelumnya dipenuhi oleh pasien Covid-19, kini kembali normal, dan dipenuhi oleh pasien umum. Sementara saat kasus Covid-19 melonjak beberapa waktu yang lalu, RSUD SMart sepi dari pasien umum.

“Karena dulu masyarakat takut untuk ke rumah sakit. Takut dicovidkan. Padahal itu tidak asal,” tambahnya.

Dia mempredikasi, masih ada potensi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 pada bulan Desember dan Januari mendatang. Sebab, di bulan itu merupakan libur panjang dan mobilitas masyarakat kerap meningkat. Karena itu, pihaknya menyarankan, meski libur panjang, untuk sementara waktu mobilitas dikendalikan.

“Semoga saja tidak sampai terjadi ledakan kasus lagi. Makanya, PPKM dan kegiatan vaksinasi saat ini digalakkan,” pungkas keponakan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD tersebut. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *