PPKM dan Vaksinasi Pelajar di Bangkalan Hambat PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) EVALUASI: Wakil Bupati Bangkalan Mohni memimpin  evaluasi vaksinasi pelajar dan realisasi pembelajaran tatap muka (PTM)

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Meski Kabupaten Bangkalan tidak lagi masuk zona merah, melainkan zona orange dengan tingkat penularan Covid-19 sedang belum bisa menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) di tingkat pendidikan.

Sebab, daerah Bangkalan masih menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 dan belum rampungnya vaksinasi pelajar. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika, Minggu (15/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, secara umum zona orange sudah bisa melaksanakan PTM 25 persen. Namun, akibat Bangkalan masih menjadi daerah penyanggah Surabaya. Sehingga, dalam penerapan PPKM, daerah mengikuti perkembangan Surabaya yang hingga saat ini masih menerapkan PPKM level 4.

“Maka, PTM masih belum bisa dilakukan dan proses pembelajaran harus tetap dilaksanakan secara daring,” ujarnya.

Bahkan diakui, baru bisa melakukan PTM minimal jika daerah menjadi level 3 dan mendapat izin dari Satgas Covid-19. Sedangkan, untuk kegiatan vaksinasi pelajar, tidak bisa menyebutkan secara berapa jumlah siswa yang sudah vaksin. Alasannya, data yang masuk ke dinasnya belum akurat secara riil.

Sebab, vaksinasi pelajar ada yang dikoordinir sekolah dan langsung ke puskesmas terdekat. Ketentuannya, untuk sekolah yang berada di pelosok, vaksinasi sudah berjalan di masing-masing kecamatan.

“Meski tidak banyak yang ikut vaksin, saya minta guru membuatkan video untuk mau vaksin dan saya harap vaksin bisa dilaksanakan di sekolah meski yang ikut hanya 100 pelajar saja,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengaku,, beberapa tempat umum yang mulai menerapkan vaksinasi sebagai syarat untuk bepergian atau melaksanakan kegiatan sehari-hari. Untuk PTM sendiri, masih menunggu regulasi dari pimpinan.

“Memang beberapa pelayanan umum membutuhkan itu, ke depan semua kegiatan membutuhkan surat keterangan vaksin untuk aktivitas. Tapi, kami belum bisa memastikan apakah akan berlaku untuk PTM juga,” responnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *