PPKM Darurat, Belasan Wisata di Sampang Ditutup Sementara

  • Whatsapp
(FOTO: M/JAMALUDDIN) DILARANG BEROPERASI: Seluruh sektor wisata di Kabupaten Sampang harus ditutup sementara akibat kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. 

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Adanya kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat penanganan Covid-19, cukup berdampak untuk semua sektor usaha. Tidak terkecuali, tempat wisata di Kabupaten Sampang. Sedikitnya, terdapat belasan lokasi wisata ditutup sementara hingga 20 Juli mendatang.

Bahkan, mengenai tindakan tegas dan kedisiplinan dari pihak pengelola wisata dilimpahkan kepada Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sebagai penanggung jawab. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Ibni Abdi Rahman, Senin (5/7/2021).

Menurutnya, pemerintah daerah dituntut untuk mendukung penanganan penyebaran Covid-19 melalui PPKM darurat. Sebab, hingga saat ini sebaran virus tersebut terus mengalami peningkatan. “Dukungan kami, terkait PPKM menutup wisata sementara. Yakni, dari 5 Juli hingga tanggal 20 juli, sesuai SK PPKM darurat,” ujarnya.

Pihaknya menuturkan, sedikitnya terdapat sekitar 15 objek wisata ditutup melalui surat pemberitahuan yang diberikan kepada pengelola wisata. Adanya penutupan tersebut, jelas akan berdampak terhadap pendapatan di sektor wisata. Namun tidak begitu signifikan, lantaran waktunya hanya sementara.

Penutupan tidak hanya di sektor wisata, tetapi cafe dan resto juga diberlakukan dengan kebijakan khusus. Yakni, pembeli yang ingin menikmati makanan di restoran tidak boleh makan di tempat, tetapi harus dibungkus dan dibawa pulang. Hal itu, sebagai langkah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

“Semuanya sudah diberitahukan, termasuk restoran dan itu wajib ditaati oleh pihak pengelola wisata dan restoran,” tuturnya.

Kendati demikian, disinggung mengenai pengawasan dan penertibannya bagi wisata yang mangkel tetap membuka, pemerintah daerah akan memberikan sanksi tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Untuk sanksi dan penertibannya sudah diserahkan kepada Satgas Penanganan Covid-19,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Masyarakat dan Ketertiban Umum (Linmas Tibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sampang M. Suaidi Asyikin menyampaikan, untuk penertiban tetap akan dimaksimalkan. Bahkan, tidak hanya di sektor wisata, tetapi semua kegiatan dibatasi untuk beroperasi.

“Semuanya akan ditertibkan, baik melalui petugas yang di kecamatan maupun kota. Untuk wisata, akan lebih dimaksimalkan. Seandainya Disporabudpar tidak menutup, kami yang akan melakukan penutupan,” responnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *