PPKM Darurat, Pasar Hewan Tanah Merah Bangkalan Sesak Pengunjung

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) MEMBLUDAK: Para pedagang sapi melakukan transaksi dengan pembeli di Pasar Hewan Tanah Merah Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN TANAH MERAH– Menjelang Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah, penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat ternyata kurang optimal. Realitas di lapangan, pengunjung pasar hewan Tanah Merah Bangkalan membludak tanpa pengawasan dan pembatasan kerumunan.

Padahal, sebelumnya sudah diingatkan, jika potensi pasar hewan akan mengalami pembludakan. Tetapi, hingga pelaksanaan PPKM darurat di hari ke 15 belum ada kecamatan yang mengajukan penutupan pasar. Hal ini diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan Sutanto, Minggu (18/7/2021).

Bacaan Lainnya

Sejauh ini, muspika kecamatan belum memberikan laporan terkait penutupan pasar hewan. Sehingga, kondisinya mengakibatkan pengabaian terhadap penerapan PPKM darurat.  “Pengawasannya kan di kecamatan, jadi mereka nanti yang mengajukan, apalagi jika memang mau ditutup,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan dan operasi pasar di setiap kecamatan merupakan tanggungjawab muspika dan para tokoh masyarakat (tomas). Jika kedua belah pihak menyarankan supaya pasar hewan ditutup, maka kegiatan pasar harus dihentikan. Namun sebaliknya, jika tokoh dan muspika meminta supaya pasar harus beroperasi karena kebutuhan masyarakat, maka pasar tersebut harus dibuka.

“Kami tidak bisa memberikan keputusan mengenai kebijakan pasar hewan harus dibuka atau ditutup. Kami hanya memberikan langkah-langkah supaya kepala pasar membagikan masker kepada pengunjung pasar supaya tidak melanggar prokes,” dalihnya.

Selain itu pihaknya mengaku, selama ini tidak ada batasan waktu kepada pengunjung pasar maupun kepada pedagang hewan. “Kami tidak memberikan pembatasan, karena kami kira warga sudah takut, ternyata tidak demikian, malah semakin mengabaikan PPKM darurat,” tukasnya.

Sekedar diketahui, Salah satu pedagang sapi di pasar hewan Tanah Merah Rahmatullah mengakui, pengunjung pasar hewan masih ramai. Bahkan, lebih ramai dari hari biasanya. Sebab, banyak masyarakat yang belum membeli sapi untuk dijadikan kurban. “Hari ini pasarnya sangat ramai, karena sudah kurang dua hari lagi menjelang lebaran,” paparnya.

Menurutnya, mayoritas pengunjung pasar mengabaikan prokes. Yakni, tidak menggunakan masker. Sehingga, aparat yang mengawasi hanya memberikan masker terhadap pengunjung. “Kalah personil petugasnya, karena pedagangnya banyak dan sulit diatur,” ungkapnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *