PPKM, Kabel PJU di Bangkalan Raib

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) LUDES: Kondisi tanah bekas kabel lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kembang Desa Bilaporah Bangkalan digondol maling.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Pemadaman lampu penerangan jalan umum (PJU) di masa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) cukup berdampak negatif. Realitasnya, kabel PJU raib digondol pencuri di Jalan Kembang Desa Bilaporah Kecamatan Socah Bangkalan, Rabu (25/8/2021).

Salah satu saksi mata Suryono (43) warga setempat yang sedang memotong rumput di sekitar merasa curiga. Sebab, rumput yang biasa diambil untuk pakan ternaknya mendadak berantakan. “Saya awalnya niat ambil rumput, saya kaget karena tanahnya tidak rata dan rumputnya berantakan,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, kabel PJU yang ditanam dalam tanah ditarik hingga panjangnya mencapai sekitar 200 meter. “Habis, tidak ada sisa kabel di bawah tanah yang sudah tidak rata ini,” terangnya.

Dia memaparkan, pada saat lampu dipadamkan pada malam hari di Jalan Kembar menuju Martajasah sangat gelap. Sementara, pengendara yang melintas juga sudah mulai sepi. Kondisi itu, terjadi selama masa PPKM darurat diberlakukan.

“Sebelumnya saya mengira cuma rusak biasa, setelah dilihat kabelnya terputus dan saya yakin ini diambil pada malam hari,” paparnya.

Ditegaskan, pelaku beraksi di malam hari saat PJU dimatikan. Sehingga, lebih leluasa melancarkan aksinya. “Karena gelap, mungkin mereka lebih leluasa. Karena tidak mungkin dicabut pada siang hari,” tegasnya.

Menanggapi kejadian tersebut Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan Hasanudin menduga, pencuri kabel PJU bukan pemain baru. Sebab, melihat cara mengambilnya cukup lihai.

“Pelaku mematikan panel Perusahaan Listrik Negara (PLN), kemudian kabel PJU diambil,” responnya.

Pihaknya berjanji, akan segera memperbaiki PJU. Saat ini, masih proses pengajuan. Selain itu, akan melaporkan kejadian tersebut terhadap kepolisian. Sebab, sudah jelas merugikan uang negara.

Jika dibiarkan, khawatir pelaku semakin menjadi. Yakni, mengambil seluruh kabar dengan memanfaatkan pemadaman saat PPKM. “Tergantung pimpinan. Semisal di kantor Dishub ada anggaran, kami langsung perbaiki,” tandasnya. (hel/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *