PPKM Level 2, Sektor Esensial Berlaku WFH 50 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BELUM TOTAL: ASN yang bekerja di sektor esensial masih bisa WFH sebanyak 50 persen saat Pamekasan masuk PPKM level 2.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Pemerintah pusat kembali memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali hingga 30 Agustus mendatang. Namun, ada beberapa perbedaan level di semua daerah, termasuk Pamekasan yang berstatus PPKM level 2.

Perpanjangan masa PPKM tersebut berdasar pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmedagri) Nomor 35 Tahun 2021 tentang PPKM level 4, level 3 dan level 2 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. Pada level 2 ini, Pamekasan masih menerapkan work form home (WFH) di beberapa beberapa sektor, termasuk sektor esensial.

Bacaan Lainnya

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Hairul Hidayat mengatakan, termasuk sektor esensial yaitu kantor pemerintahan pelayanan publik, termasuk kantor organisasi perangkat daerah (OPD), dan kantor lembaga legislatif. Karena itu, aparatur sipil negara boleh bekerja dari rumah hanya 50 persen.

“Tergantung dari sektornya, kalau sektor kritikal seperti kesehatan 100 persen, walau  level 4,” ungkapnya.

Sebelumnya, penerapan WFH di seluruh kantor pelayanan publik menerapkan WFH sebanyak 25 persen dari seluruh pegawai. Pengaturan teknis pelaksanaan WFH dan work from office (WFO) diatur oleh masing-masing OPD atau lembaga. Kebijakan tersebut menurutnya sebagai bentuk ikhtiar untuk menekan angka kasus Covid-19.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Syafiuddin mengaku optimis penerapan PPKM akan disambut baik semua pihak. Selain itu, menurutnya, dengan disiplin mematuhi protokol kesehatan (prokes), wabah bisa segera berakhir. Karena itu, ia meminta semua pihak untuk sedikit bersabar dan terus mengikuti anjuran pemerintah.

“Kalau kita semua disiplin, wabah ini pasti bisa berakhir. Buktinya, sekarang kasus Covid-19 sudah reda,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *