PPKM Madura, Bolehkan Salat di Masjid tapi Protkesnya Diawasi Polisi

  • Bagikan
(FOTO: KM/Ali Wafa) TETAP SALAT JUMAT: Salat jumat pertama di masa PPKM darurat di Masjid Agung Asy-Syuhada Pamekasan tetap digelar dengan protkes.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Terkait pembatasan teknis salat berjamaah dalam pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat, pihak kepolisian juga mengambil peran. Utamanya pengendalian protokol kesehatan lantaran tidak memungkinkan terjadi penutupan masjid dari aktivitas salat berjamaah.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz menyampaikan, penerapan PPKM darurat itu disesuaikan dengan zona masing-masing. Di zona oranye, tempat ibadah dibatasi dengan pengawasan ketat. Untuk zona merah, tempat ibadah ditutup sementara sampai wilayah itu kembali pulih.

Agar pengendalian itu diterapkan, terlebih Sampang sudah menjadi zona merah, sudah memberi edukasi dan imbauan kepada masyarakat, baik di tempat ibadah, pasar dan tempat-tempat lainnya. Teknis imbauan itu bekerja sama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

“Dalam pelaksanaan ibadah itu disesuaikan dengan zona, kalau zona merah tempat ibadah ditutup sementara. Dan kami lakukan imbauan secara intens di beberapa tempat,” tuturnya, Kamis (8/7/21).

Untuk kegiatan salat Idul Adha, belum bisa diputuskan. Namun berdasarkan edaran Gubernur Jatim, pelaksanaan salat Idul Adha berjamaah ditiadakan.  Namun, untuk langkah lebih lanjut masih akan melakukan rapat dengan Forkopimda dan semua ulama di Sampang.

“SE dari gubernur baru mengetahui, jadi kami akan rapat dulu bagaimana kelanjutannya nanti,” imbuh AKBP Abdul Hafidz.

Kasubbag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti Sutioningtyas juga mengaku sudah mengimbau masyarakat agar salat di rumah. Jika salat berjamaah di masjid, harus menerapkan protokol kesehatan (protkes) dan diawasi beberapa personel aparat keamanan. Sebab, salat di masjid berkaitan dengan sikap masyarakat yang sulit dilarang meski ada larangan.

“Kami intinya sudah memberikan imbauan salat di rumah termasuk salat Jum’at,” tegasnya

Sementara itu, Komandan Kodim 0827/Sumenep Letkol Inf Nur Cholis telah mengumpulkan takmir masjid di Sumenep. Dalam pertemuan itu, diperingatkan jika salat Jumat tidak sesuai protkes, akan ditindak.

Baca juga  Bupati-AJP: Bermitra Tidak Harus Berintrik

“Di Madura ini harus hati-hati dalam melakukan pelarangan salat Jumat di masjid. Sebab, sangat kuat sikap agamisnya. Oleh kerana itu kami hanya memberikan imbauan,” pungkasnya.

Kapolres Bangkalan AKBP Alith Alarino juga memperbolehkan masyarakat salat jemaah di masjid. Alasannya sama, terkait sikap masyarakat dalam memuliakan masjid. Namun pihaknya tetap mengingatkan agar kuota jamaah dibatasi dan protkesnya diawasi dengan ketat.

Sebab, setelah dibicarakan bersama dengan tokoh agama, penutupan masjid juga memiliki dampak kurang nyaman di masyarakat. Menurut masyarakat, kata kapolres yang baru sebulan bertugas di Bangkalan ini, ibadah di masjid juga diyakini masyarakat akan lebih khusuk.

“Meski dibuka, saya tetap mengimbau agar lebih diprioritaskan beribadah dari rumah saja, sementara kondisi pandemi ini,” tutur AKBP Alith Alarino.

“Ibadah di masjid tetap boleh, tapi dengan pengawasan ketat,” imbuhnya sekaligus menerangkan bahwa telah menyiapkan beberapa personel kepolisian untuk mengawasi penerapan protkes di masjid. Terlebih saat pelaksanaan salat Jumat.

Di Pamekasan, Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan Kasubag AKP Nining Dyah menerangkan, pihaknya belum memiliki konsep perencanaan secara detail mengenai pelaksanaan salat Idul Adha saat PPKM darurat. Alasannya masih akan membahas lebih lanjut dan berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait.

“Belum dibahas. Nanti kalau sudah kami informasikan. Karena kami masih fokus ngurusi PPKM ini,” terangnya. (mal/hel/imd/ali/waw)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan