PPKM Masih Berlaku, Disdik Belum Izinkan PTM

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) TATAP MUKA: Pendidikan di tingkat menengah tetap melaksanakan PTM meski masa PPKM untuk Pamekasan diperpanjang hingga 8 Februari mendatang.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN–Kabupaten Pamekasan termasuk daerah yang masih harus melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) melalui Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/34/KPTS/013/2021. Namun sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat telah melaksanakan PTM sejak 25 Januari lalu.

Kasi SMA dan Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Purwati menjelaskan, PTM dilaksanakan di Pamekasan bukan tanpa sebab. Pihaknya telah melihat kondisi masing-masing daerah;  dan Pamekasan menurutnya tergolong daerah yang dinilai dapat melaksanakan PTM meski tidak 100 persen.

Bacaan Lainnya

“Kita kan melihat kondisi masing-masing daerah. Kalau kondisi masing-masing daerah memungkinkan untuk tatap muka, tidak apa-apa,” ucapnya.

Menurutnya, PTM di Pamekasan telah berlangsung sejak September tahun lalu. Langkah itu menurutnya telah mendapatkan persetujuan Gubernur Jawa Timur. Bahkan, pihaknya telah memastikan kondisi guru dan siswa telah siap untuk melaksanakan PTM.

“Kalau tidak diizinkan Gubernur mana mungkin kami berani lakukan PTM,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, pihak Inspektorat Provinsi Jawa Timur juga telah melihat langsung kondisi Kabupaten Pamekasan dengan meninjau langsung kondisi sekolah-sekolah. Pihaknya juga mengaku telah tertib menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, pihaknya tidak memberlakukan PTM 100 persen. Sejak awal, pihaknya melaksanakan PTM dengan prosentase kehadiran siswa 25 persen. Kemudian ditingkatkan menjadi 50 persen. Hingga saat ini, kehadiran siswa dibatasi 50 persen. Sehingga, yang lainnya melaksanakannya dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Kan udaranya juga bersih. Jauh dari keramaian. Kita juga melaksanakan sesuai protokol,” pungkasnya.

Sementara itu, di Kabupaten Pamekasan sendiri, terdapat SMA sebanyak 84. Rinciannya: 9 SMA negeri, 5 sekolah luar biasa (SLB) dan sisanya adalah SMA dan MA swasta. Sementara sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pamekasan ada 104. Rinciannya; 9 negeri dan sisanya swasta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pamekasan Akhmad Zaini mengaku belum bisa memberikan izin PTM kepada lembaga pendidikan di bawah kewenangannya. Meski menurutnya 95 persen dari seluruh lembaga pendidikan mulai dari PAUD hingga SMP telah mengajukan izin untuk PTM.

Hal itu karena Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperpanjang masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga tanggal 8 Februari mendatang. Meski begitu, pihaknya belum dapat memastikan PTM akan dilaksanakan pada tanggal 8 Februari.

“Takutnya PPKM ini masih diperpanjang lagi oleh gubernur,” tukasnya. (ali/km58)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *