PPKM Terakhir, Aparat Gabungan Perketat Operasi di Terminal Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) PERKETAT: Aparat keamanan terus perketat keamanan para penumpang di terminal Tipe A Area Wira Raja Sumenep yang hendak ke luar Madura.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pelaksanaaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali level 4 berakhir pada Ahad (25/7/2021). Aparat keamanan melakukan operasi gabungan untuk pengecekan pada kru terminal serta penumpang yang harus berangkat ke luar madura. Tujuannya, agar penerapan PPKM Darurat tidak sia-sia.

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Tipe A Area Wira Raja Sumenep Handoko Imam Hanafi mengatakan, Polres Sumenep serta Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan operasi gabungan untuk keamanan penumpang serta petugas di terminal Tipe A Area Wira Raja Sumenep.

Bacaan Lainnya

“Berdasarkan SE Nomor 51 Tahun 2021, setiap penumpang di Jawa dan Bali wajib membawa rapid Antigen 1 x 24 jam atau menunjukkan kartu vaksinasi serta hasil negatif RT-PCR 2 x 24 jam,” katanya.

Pelaksanaan operasi tersebut terus digalakkan hingga masa PPKM berakhir. Sehingga, tidak ada lagi penumpang yang membawa Covid-19 itu.

“Semua penumpang diharapkan tidak melanggar. Jika melanggar, pemberangkatan akan digagalkan,” ucap dia.

Dengan adanya PPKM darurat, dari 7 bus yang dilakukan pemeriksaan hanya ada 10 penumpang. Jadi, pihak keamanan cukup selektif dalam pengecekan para penumpang, dibandingkan sebelum masa PPKM Darurat yang mencapai sekitar kurang lebih 100 penumpang per hari.

“Pemeriksaan pada para penumpang serta kru di terminal sangat ketat,” paparnya.

Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti Sutioningtyas membenarkan, pihak kepolisian melakukan operasi pada transportasi darat di terminal Tipe A Area Wira Raja Sumenep termasuk di tempat perbatasan.

“Semua personel dikerahkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam melakukan perjalanan ke luar madaura,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir menegaskan, pihak pemerintah dalam melaksanakan operasi gabungan memang perlu dilakukan. Penerapan protokol kesehatan (Protkes) wajib diterapkan.

“Selain adanya pihak keamanan untuk menertibkan, kesadaran masyarakat dalam menjalankan protkes sangat perlu dilakukan,” pungkasnya. (imd/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *