PPKM Turun Level, Objek Wisata di Madura Wajibkan Pengunjung Scan Barcode Vaksin

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DIBUKA: Tempat wisata di Pamekasan dibuka kembali dengan kapasitas maksimal 25 persen dan pengunjung wajib mematuhi prokes.

KABARMADURA.ID- Empat kabupaten di Madura mulai diberi kelonggaran. Aktivitas warga mulai dipulihkan seperti sedia kala. Salah satunya kegiatan berpariwisata. Sejumlah objek wisata boleh buka seiring menurunnya level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Penurunan level PPKM itu setelah terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 38 Tahun 2021 tentang PPKM Jawa-Bali. Salah satu indikator turun level adalah kasus terkonfirmasinya harian Covid-19 berhasil dikendalikan dan angka kesembuhan terus meningkat.

Kendati demikian, ada syarat khusus yang harus dipenuhi dalam membuka objek wisata, yakni menerapkan protokol kesahatan (protkes) Covid-19 secara ketat. Protkes yang dimaksud, seperti kewajiban pengunjung menunjukkan hasil swab negatif, telah divaksin dan pembatasan jumlah pengunjung sebanyak 25 persen.

Kewajiban menunjukkan swab negatif dan vaksin itu akan diterapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Namun masih dipersiapkan segala sesuatunya, termasuk mendapatkan persetujuan dari bupati Bangkalan.

“Insyaallah secepatnya akan kami buka, kami rencanakan dalam waktu dekat ini. Tapi kami masih menunggu persetujuan dari bupati, surat edaran (SE) dari bupati belum kami kantongi,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Moh. Hasan Faisol, Senin (13/09/2021), saat ditanya mengenai kepastian dibukanya objek wisata.

Selain menunggu persetujuan bupati, Disbudpar Bangkalan sedang mengkoordinasi rencana itu dengan pelaku wisata di Bangkalan, utamanya mengenai kesiapan menerapkan ketentuan itu, baik sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarananya.

Kebijakan serupa juga akan diterapkan Pemkab Sumenep, yakni kewajiban telah divaksin. Status PPKM di Sumenep yang menurun dari level 3 menjadi level 2, juga merkomendasikan objek wisata untuk beroperasi kembali. Namun wisatawan dibatasi 25 persen dari total kapasitas kunjungan objek wisata.

Bahkan, pengelola objek wisata juga wajib menyediakan alat scan barcode sertifikat vaksin untuk menyeleksi pengunjung di pintu masuk. Namun sebelum menginstruksikan ke pengelola wisata, akan ada tiga objek wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk menjadi percontohan.

Tiga objek wisata yang dikelola Pemkab Sumenep itu antara lain, Pantai Lombang di Kecamatan Batang-Batang, Pantai Salopeng di Kecamatan Dasuk dan Museum Keraton.

“Meski tidak ada anjuran wajib vaksin, dengan adanya scan barcode, maka secara otomatis harus vaksin,” ucap Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep, Imam Buchori.

Ketentuan batasan 25 persen pengunjung juga ditegaskan Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Pamekasan Poni Indrayani.  Hal itu diterapkan Pamekasan setelah masuk PPKM level 2 dalam Inmendagri Nomor 35 tahun 2021 tentang PPKM.

Bahkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sudah mengizinkan pembukaan tempat wisata per 25 Agustus 2021 melalui surat Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan Nomor 556/305/432.317/2021.

“Tidak hanya yang dikelola pemkab, semua sudah dibuka. Tapi kemarin tidak langsung beroperasi, karena masih pembenahan dulu,” terang Poni.

Berbeda dengan Sampang, jika daerah lain membatasi jumlah pengunjung, Pemkab Sampang mengeluarkan kebijakan batasan lokasi wisata yang dibuka, yakni sebanyak 25 persen dari jumlah total lokasi wisata. Sehingga, hanya tiga yang diizinkan beroperasi, di antaranya, Lon Malang, Pantai Camplong dan Air Terjun Toroan.

Kata Kepala Disporabudpar Sampang Marnilam, ketiganya direkomendasikan beroperasi sejak beberapa pekan lalu. Alasan pembatasan jumlah objek wisata, karena PPKM di Sampang berada di level 2. Jika levelnya menurun, dimungkinkan akan merekomendasikan leih banyak objek wisata. Namun, jika sebaliknya, bisa berdampak pada penutupan kembali.

“Kita tunggu malam ini. Apakah ada penurunan level. Untuk hari ini penerapan kebijakan masih sama. Semoga ada perkembangan baik untuk Sampang dan level PPKM menurun, ” ucap Marnilam, Senin (13/9/2021).

Tiga lokasi wisata yang dibuka selama ini diwajibkan menerapkan sistem clean, health, safety dan environment (CHSE). Sehingga semua lokasi juga harus mengurangi jam operasi dari jadwal normal.

“Tempat wisata harus menyediakan tempat cuci tangan di beberapa titik di areal wisata. Termasuk pengaturan jarak pengunjung. Sehingga tidak terjadi kerumunan di area tempat wisata,” katanya.

Reporter: Fa’in Nadofatul M, Moh. Razin, Ali Wafa, Fathor Rahman

Redaktur: Wawan A. Husna

 

  

 

 

 

 

 

.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *