oleh

PPP Sumenep Lama Menanti Rekom DPP untuk Tetukan Calon

Kabarmadura.id/SUMENEP-Hingga saat ini, rekomendasi siapa yang diusungPartai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep belum ada titik terang. Dewan Pengurus Cabang (DPC) PPP Sumenep masih menunggu keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP terhadap sosok calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) yang diusung di pilkada mendatang.

Sekretaris DPC PPP Sumenep, Moh Syukri menyampaikan, kepastian rekomendasi agar segara mengarah kepada salah satu calon yang mendaftar di partai berlambang Ka’bah itu.

Namun pihaknya mengaku sudah mendesak DPP PPP agar segera menurunkan surat rekomendasi. Sehingga DPC PPP Sumenep dapat segera melakukan konsolidasi kepada publik.

“Sampai saat ini masih belum, tapi yang pasti kami sudah mendesak DPP agar segera memproses surat tugas atau rekom. Sehingga kami di sini bisa segera mengambil sikap terkait langkah pemenangan,” katanya, Kamis (2/7/2020).

Dia juga membantah dengan perkembangan isu bahwa rekom PPP sudah jatuh pada salah satu calon. Karena PPP Sumenep tidak mempunyai ancang-ancang atau prediksi kepada siapa rekom akan diberikan.

“Biarlah isu yang berkembang di masyarakat menjadi opini publik, karena dari DPP sendiri tidak pernah memberikan rekom, tidak ada nama. Kami sendiri tidak berani mereka-reka karena kami juga menunggu instruksi juga,” imbuhnya.

Tetapi meski tidak dapat melakukan konsolidasi pemenangan calon, persiapan di internal, terutama di tingkat pimpinan anak cabang (PAC) sudah lama digalakkan. PPP akan menyuarakan dukungan setelah rekomendasi terbit, karena satu suara sesuai komando pusat.

Sedangkan proses yang ditempuh, menjaring calon dulu, dengan barometer tiga kriteria, kemudian DPC PPP Sumenep menyampaikan rekomendasi itu ke DPP PPP. Tiga kriteria itu meliputi, komunikasi yang dibangun calon dalam menjalin koalisi dengan beberapa partai lain, persentase elektabilitas hasil peniliain lembaga survei dan kesiapan pendanaan.

Bakal calon yang daftat lewat PPP, harus didukung oleh partai lain yang minimal memiliki 3 kursi, karena PPP harus berkoalisi. Adapun persentase penilaiannya, yakni data otentik 50 persen, pandangan PAC PPP 30 persen dan penilaian dewan juri 20 persen.

“Kalau koalisi sejatinya kami sudah berkomunikasi baik, tetapi memang belum bisa dipastikan apakah ke Ra Mamak atau Ra Fikri, tapi keduanya sama-sama mendaftar di PPP. Persiapan dengan luar partai juga belum,” urainya.

Pada awal Maret lalu, PPP menggelar rapat pimpinan cabang (rapimcab). Dalam rapat itu, mayoritas suara PAC mengarah kepada KH Shalahuddin Warits, kader sekaligus ketua DPC PPP Sumenep untuk diusung sebagai calon. Kiai muda Pondok Pesantren (PP) Annuqayah yang akrab disapa Ra Mamak itu mendapat dukungan 22 ari 27 PAC PPP.

“Tapi tetap menunggu kepastian dari pusat rekomnya,” pungkasnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed