PPP Tidak Lolos PT, PDIP Potensial Dua Kursi DPR RI dari Madura

Headline, Politik620 views

KABAR MADURA | Setelah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhitung tidak lolos parliamentary threshold (PT), perolehan kursi daerah pemilihan (dapil) Jatim XI (Bangkalan, Sampang, Sumenep, Pamekasan) akan menguntungkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. 

Dalam aturan ambang batas parlemen/parliamentary threshold (PT), atau penentu perolehan kursi hasil Pemilu Legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI 2024,  suara PPP secara nasional di bawah 4 persen. Dengan begitu, tidak ada calon anggota legislatif (caleg) dari PPP yang lolos sebagai anggota DPR RI.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Sebelum memasuki rekapitulasi suara tingkat pusat, atau sebelum diketahui seluruh hasil rekapitulasi tingkat provinsi di Indonesia, komposisi salah satu dari 8 kursi DPR RI di dapil Jatim XI terpetakan didapat caleg PPP, Achmad Baidowi.

Namun, dengan hilangnya satu kursi PPP di dapil Madura itu, perolehan kursi ke-8 menjadi milik caleg PDI Perjuangan peraih suara terbanyak kedua di partainya. Sebelumnya jatah kursi pertama dari dapil Madura ini juga sudah diperoleh Said Abdullah, peraih suara terbanyak dari deretan caleg PDI Perjuangan di dapil Madura. 

Baca Juga:  Tambak Udang di Pamekasan Ditemukan Lebih Banyak Tidak Berizin

Atas hasil rekapitulasi KPU itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP Achmad Baidowi menyampaikan akan menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dalihnya, ditengarai ada beberapa suara yang hilang.

“Kalau melihat hasil rekapitulasi KPU, PPP sekitar 3,9 persen, artinya tidak lolos PT. Itu berbeda dengan data yang kami miliki, yakni 4,04 persen. Perbedaan data ini akan kami bawa ke MK, kami sudah menyiapkan data-data berbasis TPS, kecamatan, utamanya terkait dengan pergeseran suara PPP,” paparnya, Rabu (20/3/2024).

Pria dengan sapaan Awiek ini tidak mempermasalahkan potensi PDI Perjuangan mengambil alih jatah kursinya di DPR RI, karena sesuai dengan perundangan-undangan.

“Mekanisme undang-undang begitu, tapi kami masih berjuang untuk meloloskan PPP ini melalui jalur konstitusi,” ungkapnya.

Gugatan ke MK tersebut diperkirakan akan diajukan pada Mei 2024. Sebagaimana diatur di regulasi, harus menggunakan sistem persidangan cepat.

“Kami merasa tidak maksimal di Madura, target kami di Madura juga meleset, sehingga PPP kekurangan suara sekitar 150 ribuan,” urai Awiek tentang perolehan suara di dapil Jatim XI yang tidak sesuai target.

Baca Juga:  Annisa Zhafarina Qosasi: Pengelolaan Wisata Madura Butuh Rajutan Berbagai Elemen

Untuk diketahui, pada Pileg 2024, PDI Perjuangan meraih 659.980 suara di dapil Madura. Calegnya, Said Abdullah meraih 528.815. Di posisi kedua perolehan suara caleg PDI Perjuangan adalah Ansari, dengan 76.907 suara, sekaligus berpotensi mengambil alih jatah kursi Achmad Baidowi. 

Sedangkan perolehan suara PPP sendiri di dapil Madura adalah 408.412 suara, Achmad Baidowi mendapat 359.189 suara, atau suara terbanyak dari jajaran caleg PPP di dapil Madura.

Terpisah, Ansari yang disebut memiliki potensi jadi itu menyampaikan bahwa akan tetap menunggu hasil keputusan MK. Terlebih, untuk urusan apakah akan diamanahkan kepada dirinya dan tidaknya, dipasrahkan pada keputusan partai.

“Terkait dengan ini kami masih menunggu keputusan MK dan takdir dari Allah SWT yaa, doanya semoga tekka hajet semua,” singkatnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *