Prediksi Cuaca Meleset, Bantuan Air di Sumenep Tersendat

  • Whatsapp
AKIBAT KEKERINGAN: BPBD Sumenep layangkan bantuan air bersih, tetapi belum sepenuhnya mencukupi.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep mengakui, prediksi pergantian musim meleset. Akibatnya, belum melakukan pengajuan susulan anggaran penanggulangan kekeringan, padahal terdapat masyarakat yang telah mengajukan bantuan tambahan.

Sebagaimana disampakan oleh Kepala BPBD Sumenep Rahman Readi, bahwa puncak kemarau awalnya diprediksi sampai akhir bulan ini, sementara jatah pelaksanaan bantuan kekeringan tersebut sudah sampai pada deadline. Sehingga untuk penanggulangan kekeringan, belum diupayakan.

“Ternyata prediksi kekeringan dari BMKG meleset, artinya, terakhir prediksinya itu sampai Nonember, sampai saat ini kami tampung dulu,” katanya, Senin (1/10).

Kendati ada pengajuan tambahan bantuan dari masyarakat, namun kata Rahman, jumlahnya cukup minim. Sehingga hal itu juga menjadi kebimbangannya dalam proses pengajuan tambahan anggaran penanggulangan kekeringan.

Akibatnya, meskipun telah mengajukan, bukan lantas bantuannya disalurkan, karena kouta anggaran yang sebelumnya, sudah terserap semua.

Sebelumnya, telah didistribusikan 206 rit atau tangki, yang diluncurkan ke daera-daerah terdampak kekeringan. Namun jumlah tersebut belum mampu mengatasi kebutuhan air bersih seluruhnya.

Saat ini,  pengajuan anggaran susulan masih dalam proses, karena prosedurnya, harus diajukan terlebih dahulu ke bupati.

“Mekanisme pengajuan itu syaratnya, memang harus rampung atau banyak dari masyarakat, kalau hanya satu desa, yaitu Montornah, ya kami tidak bisa melakukan pengajuan, kasian pak bupati harus berkali-kali tandatangani SK-nya,” imbuhnya.

Berhubung bantuan tersebut bersumber dari anggaran tidak terduga, maka Rahman meminta kepada seluruh masyarakat segera melakukan pengajuan, jika sudah kompak, pihaknya dapat segera melakukan proses penganjuan ke bupati.

“Kami langsung sampaikan ke pak bupati jika sudah rampung,” pungkasnya.

Sementara Moh Hosnan,  salah seorang warga Montornah meminta agar keluhan kekurangan air disampaikan ke pemerintah, karena menurutnya, sudah lama mengalami krisis air.

“Sampaikan, sudah sangat kering di sini,” katanya. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *