Prediksi Peningkatan Covid-19, Cabdindik Wilayah Sumenep Belum Siaga Sikapi Klaster Sekolah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) PROSES VAKSINASI: Ketika siswa di Sumenep mengikuti vaksin yang diadakan oleh sekolahnya.

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Prediksi peningkatan kasus Covid-19 pada klaster sekolah belum sepenuhnya mendapat perhatian khusus dari Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Jawa Timur (Jatim) Wilayah Sumenep. Sejauh ini dinas terkait belum pasang badan terkait adanya prediksi peningkatan kasus Corona tersebut.

Kepala Cabdin Jatim Wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengutarakan, antisipasi sejauh ini diserahkan kepada Dinas Kesehatan dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Sumenep. Pihaknya lebih kepada mendorong vaksinasi untuk mencapai target minimal 50 persen.

“Tentunya nanti masih dalam pantauan orang tua, memang betul sekarang sudah hampir semesteran, kami masih belum ambil formasi baru, apakah bakal kembali daring atau tetap pelajaran tatap muka (PTM) 50 persen,” kata Syamsul, Selasa (30/11/2021).

Dikatakannya, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya bersama Tim Satgas Covid-19 adalah vaksinasi di tingkat pelajar atau siswa. Baik untuk siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sekolah menengah pertama (SMP) sederajat.

Sebagai bentuk keseriusan, pihaknya selalu melaporkan capaian vaksinasi setiap minggu kepada Pemprov Jatim. Untuk data terakhir per 26 November sudah 3 ribu lebih siswa yang sudah divaksin, setara dengan 30 persen capaiannya.

“Itu semua dilakukan agar bagaimana klaster sekolah tetap aman di Sumenep ini, terutama peran dan dukungan orang tua juga sangat diharapkan,” tuturnya

Sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penma) Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep Mohammad Shodik mengatakan, dukungan dan peran orang tua siswa masih belum optimal.

Menurutnya, selain informasi miring terhadap dampak vaksin mengakibatkan orang tua masih khawatir dengan dampak setelah divaksin. Sebab, mereka masih belum diberikan informasi dan edukasi secara inten.

“Ya demikian alasannya, padahal itu kan bentuk dari ikhtiar pemerintah, tetapi mau bagaimana lagi masyarakat masih ketakutan, sehingga siswa-siswa itu tidak datang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono mengatakan, capaian vaksinasi untuk dosis pertama saat ini masih belum mencapai 40 persen. Sementara target untuk dosis pertama adalah 50 persen.

“Sebenarnya kasus Covid-19 di Sumenep sudah minim, yang meninggal tidak ada, dan hasil testingnya di bawah 5 persen. Untuk capaian vaksinasi kami terus mendorong supaya mencapai 50 persen,” jelasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *