Presiden Batal Sematkan Gelar Pahlawan untuk Syaikhona Kholil Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BELUM DIPRIORITASKAN: Gelar Pahlawan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan belum bisa disematkan di tahun 2021.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Gelar Pahlawan Nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan gagal disematkan.

Dari informasi yang disampaikan Kementerian Sosial (Kemensos) pada awal November 2021 lalu, hasil pertimbangan Presiden Joko Widodo, diputuskan memprioritaskan daerah yang belum memiliki pahlawan nasional. Sehingga usulan dari Bangkalan belum bisa diumumkan dan kemungkinan akan menunggu di tahun 2022 mendatang.

Tim Pengusul Gelar Pahlawan Daerah Bangkalan Muhaimin menyampaikan, usulan gelar pahlawan nasional untuk Syaikhona Muhammad Kholil belum bisa diumumkan. Meskipun sebelumnya direncanakan akan diumumkan pada saat Hari Pahlawan atau 10 November.

“Rencananya memang akan diumumkan besok, tapi sepertinya tidak ada usulan kami,” katanya.

Muhaimin menyampaikan, bahwa sejak awal November 2021 lalu, informasi tersebut sudah didengar. Presiden Joko Widodo mempertimbangkan daerah lain, karena dari Jawa Timur sudah sering dan memiliki banyak gelar pahlawan nasional, sehingga ditunda.

Bagi Muhaimin, jika acuannya adalah berkas pengusulan administrasi, maka ketika berkas sudah masuk Dewan Gelar, berarti sudah lengkap dan memiliki kesempatan besar menjadi pahlawan nasional.

Meski begitu, tidak perlu mengajukan lagi. Sebab, berkas sudah lengkap dan masuk. Hanya saja, butuh penguatan dorongan dan pendampingan politik.

“Nanti akan kami perkuat pendampingan politiknya, agar tahun depan tidak ditunda lagi,” terang Muhaimin.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial Wibagyo juga membenarkan bahwa keberuntungan belum berpihak pada Bangkalan, sehingga pengumuman penyematan belum bisa diumumkan tahun 2021.

Disebutkan, dari informasi yang beredar, hanya ada empat Pahlawan Nasional yang nantinya akan diumumkan pada 10 November. Sedangkan Syaikhona Muhammad Kholil tidak ada dalam empat orang tersebut.

“Hanya ada empat, dan usulan kami tidak ada di sana, mungkin tahun depan,” singkat Wibagyo.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *