Presiden Madura United: Nggak Kerja, Masa Kami Bayar

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOK) BANGGA: Bangsa Indonesia berbahagia dengan capaian pebulu tangkis Ganda Putri Indonesia di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

KABARMADURA.ID – Presiden Madura United Achsanul Qosasi menyebutkan, gaji pemain dibayar 100 persen, walaupun tiada kompetisi Liga 1 2021-2022 lantaran masih ditunda hingga waktu belum ditentukan. Sebab, PT. Liga Indonesia Baru (LIB) sebatas melempar wacana akan diputar.

Di samping itu, skuad berjuluk Laskar Sape Kerrab yang digaji penuh itu tidak sedang berlatih bersama. Sebab, tim tengah diliburkan bersamaan dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT. LIB yang mengumumkan penundaan kompetisi, Selasa (29/6/2021).

Bacaan Lainnya

Kendati tetap membayar gaji pemain secara penuh, Presiden klub yang biasa disapa AQ itu menyampaikan, itu tidak elok ketika terus dibiarkan. Sebab, pemain tidak sedang bekerja dengan tiadanya kompetisi dan latihan bersama.

Walaupun mau memulai latihan bersama, pria asal Sumenep itu juga menyampaikan, masih kesulitan. Sebab, saat ini masih masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) hingga Selasa (2/8/2021).

“Masih 100 persen (gaji pemain, red). Tapi kan nggak mungkin terus-terusan 100 persen kalau nggak ada liga begini. Karena kan nggak kerja, masa nggak kerja kami bayar. Nggak ada kompetisi, kan nggak kerja berarti. Harus fair, dong,” ujar AQ.

Di samping itu, pria kelahiran Desa Daramista, Lenteng, Sumenep pada 1966 ini menegaskan, pihaknya hanya mampu membayar penuh gaji pemain hingga Agustus 2021. Selebihnya, dia mengibarkan bendera putih atau ketika dipaksakan akan mengancam keberlangsungan finansial klub.

“Gaji sampai bulan depan masih bisa 100 persen. Sampai Agustus. Tapi setelah itu, pasti kami tak akan mampu,” sambungnya.

Sementara itu, Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PT. PBMB) Zia Ul Haq, menagih PSSI untuk mengambil langkah tegas. Yakni, dengan mengeluarkan perubahan ketentuan, seperti yang dilakukan pada musim 2020. Saat itu, salah satu regulasi yang dikeluarkan selain menunda kompetisi, ialah pengurangan gaji pemain melalui SKEP 53. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *