Presma IAIN Madura: Kebijakan Rektor Tidak Jelas

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) MINTA KEADILAN: Dema IAIN MADURA menginginkan untuk pembayaran UKT semester genap segera ada kebijakan keringanan pembayaran UKT. 

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Pembayaran biaya uang kuliah tuggal (UKT) di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura pada semester genap 2021 saat ini dipersoalkan Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) IAIN Madura.

Mahasiswa menuntut keringanan pembayaran, lantaran proses perkuliahan dilakukan secara daring.

Menurut Presiden Mahasiswa IAIN Madura, Syaiful Bahri, kemelut yang belum usai mengenai kepastian kebijakan UKT di IAIN Madura membuatnya sangat geram, sebab banyak mahasiswa yang menyampaikan keluhannya, khususnya terkait pembayaran semester genap tahun 2021 yang belum diselesaikan.

Sehingga pihaknya melakukan langkah taktis dengan seruan mogok bayar UKT, pemberhentian sementara untuk pembayaran UKT sampai ada kebijakan yang bijaksana dari rektor IAIN Madura.

“Ketidakjelasan rektor IAIN Madura mengenai sistem perkuliahan, dan pemberian kompensasi kepada seluruh mahasiswa, baik pemotongan UKT, fasilitas belajar (kuota internet), membuat kami bersikap demikian,”paparnya, Minggu (17/1/2021). 

Aksi mogok bayar UKT itu, sebagai bentuk kekecewaan terhadap kurang jelasnya kebijakan pembayaran UKT. Karenanya ia sudah bersepakat dengan seluruh organisasi kemahasiswaan mengenai kebijakan pembayaran UKT wajib hukumnya ada kompensasi, pasalnya perkuliahan dilakukan daring.

“Kami harapkan ada keputusan yang jelas dari rektor mengenai keringanan UKT,” ulasnya. 

Sejauh ini, Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim maish berjanji akan memberikan keringanan pembayaran UKT sembari menunggu keputusan menteri agama (KMA) terbaru tentang pembayaran UKT. 

Kosim juga mengaku sudah melakukan musyawarah mengenai keringanan pembayaran UKT, karenanya sudah sangat layak, dengan kondisi dan situasi yang  belum normal lantaran Covid-19.

“Kami masih menunggu KMA, makanya untuk pembayaran UKT, sudah diumumkan ditunda, intinya diturunkan. Memang kita sudah rapat dengan menteri, dirjen, dan para rektor, yang intinya UKT akan diturunkan,” pungkasnya. (rul/km58/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *