oleh

Prestasi Gemilang, Sumenep Jadi Tuan Rumah HKN

Kabarmadura.id/Sumenep-Beragam prestasi dan legalitas instansi kesehatan yang jelas di Kabupaten Sumenep, menjadi alasan pegelaran puncak kegiatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 diselenggarakan di Sumenep.

Kegiatan itu, dilaksanakan Kamis (28/11/2019) kemarin di Pantai Lombang Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Rangkaian acara yang diawali dengan jalan-jalan sehat. Selain itu, juga semakin dimeriahkan dengan kehadiran perwakilan instansi kesehatan seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur.

Bahkan, puncak pergelangan HKN yang disaksikan ribuan pohon cemara, mendapat apresiasi positif dari pimpinan Dinas Kesehatan Jawa Timur.

Legalisasi dan upaya yang sangat tinggi itu, terlihat dari banyaknya tempat pelayanan kesehatan di kabupaten berjuluk Kota Keris ini, yaitu 4 rumah sakit (RS) dengan rincian 3 RS umum 1 RS khusus.

Sementara untuk pelayanan perdana atau pertolongan pertama kepada masyarakat di tingkat daerah, sudah ada 30 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), 68 puskesmas pembantu, 39 puskesmas keliling, 334 ponkesdes, 1.422 posyandu dan 346 poswindu yang disebar di ujung timur Pulau Madura ini.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim dalam sambutannya menjelaskan, kelayakan Kota Keris ini sebagai tuan rumah HKN, disebabkan menjadi satu-satunya instansi kesehatan di Madura yang selalu mendapat penghargaan.

Buya (sapaan kharismanya) mengokohkan, bahwa saat Sumenep sudah masuk nominasi pelayanan publik inklusif melalui program inovasi warung anak sehat, cerdas, dan ibu kuat (ascik). Bahkan, juga masuk satu-satunya kabupaten tercepat mengatasi penurunan angka stunting di seluruh Indonesia.

Termasuk capaian pekerjaan yang luar biasa di bidang kesehatan, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2018, Sumenep mengalami kenaikan poin. Dari indeks pembangunan kesehatan masyarakat (IPKM) yang mencapai 0,6103 dengan sub indeks 0,3069 menjadi 0,4261.

“Kabupaten Banggai dan Sumenep yang mendapat kehormatan mempersentasikan langsung terkait langkah-langkah atau prosedur mencegah dan menurunkan angka stunting, dan ini sangat luar biasa sekali,” katanya.

Selain itu, yang meyakinkan lagi, mengenai kualitas layanan kesehatan di Bumi Sumekar ini, adalah secara legalitas yang sudah memenuhi standar nasional. Sehingga tidak dapat diragukan lagi secara legalisasi. Tetapi bukan berarti capaian dan beragam penghargaan bukan lantas menjadi nilai kepuasan tersendiri, karena kedepannya pelayanan kesehatan untuk masyarakat aka terus dikembangkan.

“Dari 30 puskesmas yang ada itu sudah terakreditasi semua, bahkan 5 puskesmas kita itu resmi sudah menyandang predikat paripurna,” imbuhnya, disertai tepukan tangan yang meriah oleh seluruh undangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar Hari Santoso menuturkan, memang sudah jelas dan benar apa yang disampaikan orang nomor satu di Sumenep kalau sudah banyak memetik prestasi di bidang kesehatan.

“Saya ajungi jempol Sumenep ini, karena pada dasarnya kesehatan adalah segalanya, karena kalau tidak sehat maka aktivitas apapun tidak akan lancar,” paparnya. (ara/waw)

Komentar

News Feed