Prihatin Kasus Pemerkosaan, Komisi D Minta Orang Tua Perketat Pengawasan

  • Whatsapp
KM/MOH SA'ED MENJELASKAN: Anggota Komisi D DPRD kabupaten Bangkalan Ambar Pramudya Wardani saat menanggapi kasus pemerkosaan di Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Maraknya pemerkosaan di Kota Bangkalan membuat Dewan Perwakilah Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan prihatin. Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Ambar Pramudya Wardani mengaku miris dengan adanya pemerkosaan terhadap T, yang masih berusia 15 tahun.

” Saya mendengar informasi tersebut sangatlah miris,  bayangkan perempuan masih usia 15 tahun digilir sampai 5 orang,” jelasnya, Rabu (15/07/2020).

Bacaan Lainnya

Menurutnya hal itu merupakan peringatan keras terhadap seorang ibu agar tidak memberikan kelonggaran kepada anak yang masih belum bisa menjaga diri.

“Kejadian seperti itu menjadi teguran yang sangat keras kepada orang tua  supaya memberikan pengawasan terhadap anak dibawah umur agar tidak mengenal apa itu pacaran. Sebab anak seusia segitu masih waktunya untuk belajar,” imbuhnya.

Pihaknya menambahakan bahwasannya anak usia 15 tahun masih dalam waktunya belajar dan mengembangkan diri.

“Anak usia 15 tahun waktunya belajar serta waktunya untuk mengembangkan diri, sehingga tidak mudah tertipu dengan pacaran,” jelasnya.

Ia meminta agar orang tua lebih peka terhadap gerak-gerik seorang anak agar terhindar dari kekerasan seksual.

“Sudah sering terjadi kejadian yang serupa,  tentunya orang tua harus memberikan perhatian lebih terhadap sorang anak  agar bisa mengetahui gerak gerik sang anak, sehingga tidak terjadi kejadian yang serupa,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Bangkalan Amina Rachmawati menuturkan, pihaknya terus mengawal korban sehingga kejadian yang di Kokop tidak terulang kembali .

“Kami tetap berkomitmen untuk memberikan pendampingan kepada korban secara mental dan psikis agar korban tidak merasa ketakutan dan menguatkan mental korban,” jelasnya.

Untuk itu, ia meminta agar masyarakat tidak segan untuk melaporkan kejadian kepada pihak berwajib, termasuk manakala ada ancaman terhadap korban.

” Nanti jika  ada ancaman dari pihak pelaku terhadap korban, maka korban  harus segera lapor kepada  pihak yang  berwajib untuk minta perlindungan,” jelasnya.

Ia berharap ke depan di Kabupaten Bangkalan yang terkenal sebagai Kota Zikir tidak lagi ada kasus serupa.

“Saya harap kabupaten Bangkalan aman dan tidak pernah terjadi lagi korban dengan  motif apapun.   Kejadian seperti ini merupakan tangung jawab bersama mulai dari keluarga,  lingkungan serta pendidikan agama, kepolisian, dan tokoh masyarakat untuk berpartisipasi dengan berbagai hal supaya kejadian tersebut tidak terulang kembali,” jelasnya. (sae/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *