Prioritaskan Pemasangan Papan Nama UKM

  • Whatsapp
(KM/Razin) BELAJAR MENJAHIT: Salah satu pelatihan untuk UKM yang diadakan oleh Diskop dan UKM Sumenep

Kabarmadura.id/Sumenep-Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Sumenep, terhadap usaha kecil dan menengah (UKM) di Sumenep, dinilai masih sedikit yang yang masuk kategori tergolong aktif.

Terhadap kondisi UKM yang banyak masuk kategori tidak aktif, Diskop dan UM Sumenep justeru tidak mengutamakan kegiatan sosialisasi terhadap UKM tersebut. Bahkan, kegiatan pelatihan-pelatihan kepada UKM tidak ada.

Diskop dan UM Sumenep, sebagaimana disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Lisa Bertha Soetedjo, bahwa tahun ini pihaknya lebih fokus kepada pemasangan papan nama UKM.

Pemasangan papan nama itu, sebagai bentuk legalitas atau tanda bawah status UKM tersebut sudah diverifikasi, dan keberadaannya diakui oleh pemerintah karena sudah sesuai dengan ketentuan.

“Untuk pelatihan-pelatihan kami tahun ini tidak ada, hanya sosialisasi saja yang akan dilaksanakan tahun dan itu tidak banyak. Kami lebih kepada pemasangan papan nama di setiap UKM,” katanya.

Sosialisasi yang akan dilaksanakan di dua daerah yaitu Kecamatan Lenteng yang meliputi pengantiktifan kembali di bidang pertanian karena sebelumnya sudah ada, termasuk yang di Kecamatan Pragaan adalah akan fokus kepada sentra ukir.

Bertha memastikan, bahwa sosialisasi tersebut tidak lantas memberikan bantuan berupa alat-alat berat. Hal itu disebabkan anggaraannya kecil, sehingga hanya dikhususkan kepada peralatan pertanian saja. Sementara untuk pengembangan keahlian seperti yang dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, tahun ini tidak kembali dilakukan.

“Anggarannya sekitar Rp50 juta, itu hanya akan dibelikan peralatan seperti cangkul dan perabotan lainnya, termasuk anggaraan tersebut digunakan untuk pemasangan papan nama,” ujarnya.

Sementara dari hasil verifikasi atau validasi data yang berhasil terhimpun oleh pihaknya, dari 267 ribu UKM di Sumenep, hanya ada sekitar 1.810 UKM yang aktif. Kemudian dari jumlah UKM yang aktif, hanya 40 persen yang dikategorikan memproduksi sendiri.

“Yang lain ternyata hanya menjual saja dari hasil produksi UKM yang lain,” katanya.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumenep Indra Wahyudi berharap, agar eksekutif lebih serius dalam memberikan pelayanan berupa pengembangan, terutama untuk meningkatkan kualitas keahlian kerja masyarakat.

“Kami sejak awal sudah mewanti-wanti, supaya eksekutif  itu serius dalam merencanakan kinerja, jangan hanya berdasarkan kepentingan proyek saja,” tandasnya. (ara/ong)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *