oleh

Produksi Garam di Pamekasan Tahun 2020 Tidak Melampaui Target, Ini Penyebabnya

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Curah hujan yang cukup tinggi serta sering berubahnya cuaca di tahun 2020, mengakibatkan jumlah produksi garam di Kabupaten Pamekasan tidak sesuai target yang ditentukan.

Pada tahun 2020, pemerintah menargetkan jumlah produksi garam di Kabupaten Pamekasan sebanyak 3.836 ton. Namun, hanya tercapai sebanyak 3.800 ton.

Tidak terlampauinya produksi garam di tahun 2020, karena musim produksi cukup pendek, yakni hanya 3 bulan saja. Itu berbeda dengan tahun 2019 yang musim produksinya lebih panjang.

“Produksi garam itu sangat erat kaitannya dengan cuaca dan iklim. Di tahun 2020 musim produksi garam cukup pendek. Itu yang mengakibatkan mengapa produksi garam tahun 2020 tidak melampaui target,” terang Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan Lutfi Asari, Rabu (10/3/2021).

Lutfi Asari, Kabid Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasan. (Foto: Zubaidi)

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, meski jumlah produksi garam di tahun 2020 tidak melampaui target, namun kualitas garam petani sangat lah baik, yakni masuk kategori KW 1.

Hal itu diakibatkan karena para petani garam di Bumi Gerbang Salam saat ini sudah mulai sadar pentingnya kualitas garam yang baik.

“Alhamdulillah tahun kemarin kualitas garam kita sangat bagus. Hal itu disebabkan karena saat ini para petani garam mulai sadar pentingnya kualitas garam,” tambahnya.

Menurutnya, kualitas garam yang baik nantinya akan menentukan harga garam petani.

Saat ini, tambahnya, para petani garam sudah mulai menggunakan alat yang canggih. Agar kualitas garam mereka bisa lebih baik. Seperti geo isolator atau geo membran. Ia merupakan alat untuk meningkatkan kualitas garam.

“Meski tanpa bantuan, para petani garam ini membeli sendiri alat tersebut. Karena mereka sadar kualitas yang akan menentukan harga garam dari petani ini,” pungkasnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Komentar

News Feed