oleh

Produksi Garam Madura 2020 Tidak Sampai 25 Persen dari Target

KABARMADURA.ID, Sumenep  – Hasil produksi garam tahun 2020 masih jauh dari target yang ditentukan Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep. Target produksi tahun 2020 mengacu pada tahun 2019. Yakni, 236.000 ton. Tetapiper September 2020, capaiannya saat ini masih 50.009,64 ton (data lengkap di grafik)

Kepala bidang (Kabid) Perikanan Budidaya Diskan Sumenep Sri Harjani mengatakan, capaian produksi garam tahun ini jelas sedikit dibandingkan tahun lalu. Sebab, banyaknya produksi garam rakyat juga ditentukan perkembangan harga jualnya.

“Produksi saat ini belum tercapai target bukan karena musim. Tetapi, karena harga garam saat ini terlalu murah. Sehingga rakyat enggan untuk memproduksi,” katanya, Minggu (11/10/2020).

Menurutnya, pada tahun 2019 lalu, produksi garam rakyat mencapai 332.009,60 ton dari target produksi 236.000 ton. Dengan stok garam ditahun 2019 sebanyak 102.820,35 ton.  Saat ini tahun  per September 2020 stok garam 62.505,81 ton.

Diskan Sumenep sejatinya terus memotivasi petambak agar memproduksi lebih banyak,tetapipetambak beralasan,harga jualnya yang murah membuat mereka enggan banyak berproduksi.

“Ini tanggung jawab pemerintah pusat. Sebab, kami senantiasa berkordinasidengan penerintah pusat mengenai harga garam. Namun hingga saat ini belum ampuh. Kami juga bolak-balik ke pemerintah pusat,” tegasnya.

Harga garam saat ini rata-rata di kisaran Rp250 hingga Rp300 per kilogram, bahkan di Gili Gentingada juga yang Rp125 per kilogram.

Pada umumnya, produksi garam di seluruh penjuru Indonesia termasuk Sumenep masih mengandalkan cuaca. Jika cuaca tak mendukung seperti ketika kemarau basah, juga berpengaruh pada produksi garam.

“Tetapi cuaca saat ini bagus, tapi harganya jelek. Sehingga petambak enggan memproduksi garam,” ungkap Sri.

Selain mengarahkan agar banyak berproduksi, Diskan mengarahkan perbaikan saluran air ke setiap tambak dan petambak harus mempunyai tandon air baku yang cukup,termasuk penataan lahan di kawasannya danpenggunaan geomembran agar mempercepat kristalisasigaram.

”Cara memacu produksi memang harus ada upaya memperbaiki sistem pengelolaan tambak, yang semula tradisional diperbaiki ke arah lebih baik,” ucap dia.

Sementara itu, Misrawi,warga Saronggi yang juga petambak yang panen garam di musim ini mengatakan, harga garam saat ini memang sangat rendah.

“Kami memanen garam hanya menghasilkan keringat, pokoknya tidak sebanding dengan pekerjannya,harganya hanya Rp250 sementara dana yang dukeluarkan sudah Rp50-an juta,” pungkasnya. (imd/waw)

 

PRODUKSI GARAM RAKYAT SUMENEP PER SEPTEMBER 2020

KECAMATAN CAPAIAN (TON)
Gapura 11.302,98 (KP1)
Kalianget 15.291,86 (KP1)

1.970 (KP2)

Saronggi 11.619,00 (KP1)
Pragaan 6.867,41(KP1)

296,62 (KP2)

Gili Ggenting 516,00 (KP2)
Talango 153, 00 (KP1)
Dungkek 94,40 (KP2)
Ra’as 1.72, 63 (KP2)
Arjasa 727,47
Kangayan 446,60
Sapeken 865,68
Jumlah 50.009, 64

Luas Lahan Keseluruhan: 1.967 Ha

Sumber Data: Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep

 

 

 

Komentar

News Feed