Produksi Garam Melimpah, Harga Cenderung Anjlok

  • Whatsapp
KM/SUBHAN MELIMPAH: Tingkat produksi garam di Kabupaten Sampang hingga kini relatif tinggi, namun harga kurang bersahabat.

Kabarmadura.id/Sampang-Tingkat produksi garam rakyat di Kabupaten Sampang, sudah mencapai sekitar 65 ribu ton dari total target produksi sebanyak 275 ribu ton garam rakyat. Sayang, melimpahnya produksi garam tersebut, tidak diimbangi dengan harga jual yang tinggi. Ironisnya, kondisi tersebut seakan dibiarkan begitu saja.

Ketua Asosiasi Petani Garam Kabupaten Sampang Moh Yanto menilai, pemerintah daerah hingga pusat kurang memperhatikan nasib petani garam, khususnya yang ada di Madura. Pasalnya, meski dalam beberapa bulan terakhir, harga garam rakyat khususnya di Sampang anjlok, namun tidak upaya dari pemerintah untuk memperbaiki tata niaga garam tersebut.

Akibatnya, harga jual garam rakyat tak kunjung membaik. Hal itu semakin diperparah dengan jumlah serapan garam rakyat oleh pabrikan yang juga relatif rendah, banyak garam petani yang tidak terserap, atau mengendap di tempat penampungan garam rakyat.

“Para petani hanya berharap pemerintah pusat dan daerah untuk hadir di tengah-tengah patani garam, dengan memberikan solusi harga garam rakyat yang lebih baik dan terus mendorong penyerapan garam,” katanya, Minggu (1/9).

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Perikanan dan Budidaya Dinas Perikanan (Diskan) Sampang Moh. Mahfud membenarkan kondisi yang dialami para petani garam di wilayahnya. Kendati demikian, pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi persoalan tersebut.

Mahfud (sapaan akarbnya) berharap kedepan harga garam di Madura, khususnya di Sampang bisa lebih baik, sehingga kesejahteraan petani garan dapat terjamin. Saat ini diakuinya, harga garam tidak begitu mengembirakan bagi petani, rata-rata harga garam untuk  KW-3 Rp300 rupiah perkilogram. Garam KW-2 Rp400 rupiah dan KW-1 Rp500 rupiah perkilogram.

“Yang jelas, kami berharap harga garam naik, dan produksi garam rakyat dapat terserap maksimal, dengan begitu melimpahnya produksi ini bisa mensejahterakan para petani,” harapnya.

Lebih lanjut Mahfud menjelaskan, selama ini instansinya terus mendorong peningkatan produksi garam di wilayah Sampang, termasuk mendorong para petambak untuk meningkatkan produksi dengan menggunakan teknologi modern, semisal geomembran.

Selain itu, pihaknya juga mengaku terus berupaya mendampingi petani garam dengan menyediakan bantuan sarana prasarana pegaraman. Bahkan, program integrasi lahan garam untuk mendukung peningkatan kualitas dan kuantitas garam rakyat terus digalakan.

Mahfud menegaskan, beberapa tahun terakhir, target produksi garam di Kabupaten Sampang selalu tercapai. Untuk itu, pihaknya optimis tahun ini juga bisa mencapai target yang sudah ditetapkan tersebut, terlebih saat ini, kondisi cuaca sangat mendukung.

“Kami terus mendorong petani meningkatkan produksi dengan memberikan bantuan alat dan sosialisasi kepada petani,” tandasnya. (sub/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *