oleh

Produksi Olahan Salak BangkalanTerpukul Wabah Covid-19

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Buah salak yang menjadi ikon Bangkalan, juga bisa diproduksi menjadi berbagai macam produk makanan dan minuman. Bahkan sudah dipasarkan di seluruh Madura dan mulai merambah ke Pulau Jawa.

Kelompok Tani (Poktan) Ambisi Makmur II di Desa Kramat, Bangkalan inilah yang berhasil menyulap salak menjadi beraneka hidangan,seperti kopi, sirup, coklat dan dodol.

Saniyah, salah seorang pemilik usaha olahan salak ini menuturkan,inspirasi mengolah salak itu dia dapat pada tahun 2004. Akhirnya pada tahun 2006 semakin mantap memproduksi olahan buah salakmenjadi beraneka ragam makanan dan memasarkannya.

Awal mula untuk mengolah salak dari buah sampai ke bijnyaiu, memang butuh proses panjang. Saat pertama mendirikan usahanya, hanya 5 anggota yang tergabung di poktannya,  namun semakin hari terus bertambah.

Untuk modal membuat olahan makanan tersebut, hanya mengeluarkan dana sekitar Rp300 ribu, itupun dari hasil iuran anggota sebanyak 5 orang.

“Seiring berjalannya waktu dari modal Rp300 ribu tersebut, sekarang meningkat hingga Rp5 juta sampai Rp6 juta perbulan,” ungkapnya.

Sebelumnya, ungkap Saniyah, buah salak di desanya hanya diabaikan saja, namun setelah pohonnya dikawinkan, maka salak tersebut berbuah dan bisa diproduksi. Baginya, salak kini bermanfaat dari daging hingga kulitnya dan bisa digunakan untuk olahan makanan.

Sayangnya, wabah Covid-19 ini membuat pendapatan dari pemasaran olahan salak menturun drastis, diperkitakan hingga mencapai 25 persen.

“Sebelumnya penghasilan dari olahan salak  bisa sampai Rp5 juta per bulan, namun setelah adanya Covid-19, pendapatan tersebut sangat turun drastis,” curhatnya. (sae/bri/waw)

 

Komentar

News Feed