Prof. Achsanul Qosasi: Angka Keberangkatan TKI dari Madura Turun 40 Persen

Headline, News118 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Anggota III Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) Prof. Achsanul Qosasi mengungkapkan, penurunan angka keberangkatan tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Madura sudah mencapai 40 persen.

Fakta tentang semakin rendahnya jumlah warga Madura yang merantau ke luar negeri itu, disampaikan tokoh Madura asal Sumenep tersebut saat menyampaikan orasi kebangsaan pada kegiatan Silaturahim dan Halal Bihalal Tokoh Madura yang digagas Badan Silaturrahmi Ulama dan Pesantren Madura (BASSRA), Sabtu (27/5/2023).

Pria yang karib disapa AQ itu juga menyampaikan, berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemennaker) RI beberapa waktu yang lalu. Menurutnya, pada beberapa tahun lalu, jumlah warga Madura yang pergi merantau ke luar negeri berada di angka 30 sampai 40 ribu jiwa.

Keberangkatan warga Madura ke luar negeri itu, terang AQ, disebabkan minimnya lapangan pekerjaan layak yang disiapkan negara ini. Sehingga, banyak TKI yang pergi ke luar negeri untuk memperoleh pekerjaan yang layak untuk mendongkrak perekonomian keluarga.

“Saat ini, faktanya jumlah 30 sampai 40 ribu warga Madura yang menjadi TKI itu malah turun drastis, bahkan angkanya tembus 40 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:  PMII Pamekasan: Langgar HET, Pupuk Bersubsidi Dijual Rp200 Ribu per Sak

AQ belum mengetahui secara pasti, faktor apa yang menyebabkan jumlah TKI asal Madura mengalami penurunan cukup signifikan. Namun berdasar analisanya, AQ berkeyakinan, saat ini di Madura telah tumbuh industri yang sukses mendongkrak  perekonomian warga.

AQ kemudian mengaitkan keberadaan Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) terhadap fenomena tersebut. AQ menilai, kemungkinan adanya peran P4TM dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat luas, sehingga perekonomian warga Madura mulai bergeliat maju.

“Bisa jadi, mungkin ada bagian dari peran P4TM yang menjadi bagian dari penyedia lapangan pekerjaan yang memberikan kelayakan dalam hidup dan penghidupan warga Madura, tapi Insya Allah saya punya keyakinan kemungkinan itu benar,” terangnya.

AQ berkeyakinan, jika geliat industri yang dipelopori pengusaha-pengusaha swasta putra Madura terus berkembang dan didukung serta difasilitasi oleh pemerintah, maka kesejahteraan masyarakat Madura akan benar-benar terwujud.

Oleh karenanya, sebagai putra Madura, AQ mengajak seluruh putra-putri Madura yang memiliki posisi strategis di tingkat nasional untuk bersama-sama membesarkan dan mensejahterakan warga Madura melalui berbagai sektor kehidupan, termasuk melalui sektor industri olahan tembakau atau rokok.

Baca Juga:  Kades Bingung, Jatah Pupuk Bersubsidi Selalu Kurang dari Kebutuhan

“Yang kita lakukan adalah bagaimana berbuat agar pemerintah memberikan keleluasaan terhadap pembatasan kuota pita cukai, sehingga industri rokok nasional mayoritas ada di Madura,” tegasnya.

Ketua P4TM H. Khairul Umam mengaku, P4TM lahir atas restu dan kepedulian ulama Madura yang tergabung dalam BASSRA. Menurutnya, P4TM memang dibentuk untuk membantu nasib dan mensejahterakan para petani tembakau.

Pria yang karib disapa Haji Her itu mengungkapkan, di Pulau Madura, terdapat sekitar dua juta petani yang menggantungkan perekonomiannya pada tembakau. Namun tembakau yang dulunya dijuluki daun emas, sejak beberapa tahun terakhir mengalami kemerosotan akibat ulah oknum yang memainkan harga tembakau.

Oleh sebab itu, ulama BASSRA yang dipimpin oleh KH. Mohammad Rofii Baidhowi mendeklarasikan P4TM untuk mengatasi berbagai persoalan dan kecurangan dalam tata niaga tembakau.

“Kecintaan dan kepedulian para ulama terhadap kesejahteraan petani tembakau begitu tinggi, sudah waktunya para pengusaha membantu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui industri olahan tembakau dan rokok,” ajaknya.

Reporter: Miftahul Arifin

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *