Prof. AQ Apresiasi Madura United: Tak Terlihat Kalah Jumlah Pemain

Olahraga138 views

KABARMADURA.ID | Madura United melalui laga yang cukup berat saat bentrok dengan Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Sabtu kemarin (15/7/2023).

Dalam pertandingan tersebut, setelah tertinggal 2-1 dan mencari gol penyeimbang, skuad Laskar Sape Kerrab harus kehilangan kapten tim Fachruddin W. Aryanto. Pemain belakang asal Klaten ini menerima kartu kuning kedua pada menit ke-38, sehingga harus mandi lebih cepat.

Bermain dengan 10 pemain tidak lantas menyurutkan serangan Madura United, terutama pada babak kedua. Terbukti, asuhan Stefano Teco Cugurra hanya bisa andalkan serangan balik dan menumpuk pemainnya di area pertahanan.

Baca Juga:  Madura United Percaya Diri Tantang Persebaya

Kemudian, pada menit 84, kedua kesebelasan sama-sama bermain dengan 10 pemain, menyusul kartu merah yang diterima Yabes Roni.

Tapi, semenit berlalu, nasib berkata lain. Pemain tengah Madura United yang baru masuk, M. Tahir, juga diganjar kartu merah.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Melihat kondisi tersebut, Presiden Madura United Prof. Dr. Achsanul Qosasi mengatakan, permainan skuad arahan Mauricio Souza tidak terlihat kalah jumlah pemain, sebab tetap bisa keluar menyerang.

“Kalian sudah main baik dan pantang menyerah. Kami puas nontonnya. Tak kelihatan kalau kalian kalah jumlah pemain. Kalah terhormat,” curhatnya.

Baca Juga:  Madura United Tanpa Dua Bek Andalan Hadapi Borneo FC

Selain itu, dia mengingatkan kembali agar tidak mencontoh cara mengulur-ngulur waktu dengan mudah jatuh, seperti yang dilakukan pemain Bali United.

Sekadar diketahui, dalam pertandingan ini Madura United unggul penguasaan bola dari tuan rumah, yakni 53 persen berbanding 47 persen.

Pewarta: Syahid Mujtahidy

Redaktur: Sule Sulaiman

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *