KABARMADURA.ID | Presiden Madura United Prof. Dr. Achsanul Qosasi ikut serta menyoroti regulasi baru di Liga 1 2023-2024. Regulasi tersebut mengenai larangan suporter tim tamu hadir ke dalam pertandingan.
Dalam penilaian presiden klub yang biasa disapa Prof AQ itu, dengan sistem saat iniyang menerapkan penjualan online, semua orang bisa membeli tiket.
Selama ini, Madura United juga menerapkan penjualan tiket secara online. Penerapan itu juga berdasarkan perintah PT Liga Indonesia Baru (LIB).
“Filter dari panitia pelaksana pertandingan sangat sulit memetakan pembeli merupakan suporter tim tuan rumah atau tim tamu,” ujarnya.
Selain itu, public figure asal Sumenep itu menyampaikan, setiap suporter akan memiliki hasrat sangat kuat untuk mendukung tim kesayangannya, walaupun laga tandang.
Hal itu tidak bisa dikontrol oleh tim tuan rumah. Ketika hal itu terjadi, tim tuan rumah yangakan mendapatkan getahnya berupa sanksi.
Bahkan, suporter Madura United juga sempat melayangkan protes terkait pembelian tiket secara online. Selain mengkritik melalui media sosial, mereka juga sempat membentangkan spanduk bertuliskan “Cintaku Terhalang Regulasi” di tribun Stadion Gelora Pamelingan, Pamekasan pada 9 Juli 2023 lalu.
Dengan kerancuan tersebut, Guru Besar Kehormatan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini meminta Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan PT. Liga Indonesia Baru (LIB) mencabut regulasi baru tersebut.
Karena selain merugikan tim tuan rumah, dia memandang aturan tersebut aneh, belum pernah ada dalam rukun sepak bola; ajang silaturrahmi antarsuporter di tribun.
“Jangan sampai mereka yang tidak patuh, kami yang dihukum. Hukumannya uang pula. Sebaiknya dicabut saja,” tegas Prof AQ.
Pewarta: Syahid Mujtahidy
Redaktur: Hairul Anam





