Program AUTS Minim Peminat, Legislatif Jewer DKPP Sumenep

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) DISAYANGKAN: Minimnya peminat program AUTS di Tahun 2020 harus menjadi evaluasi di tahun 2021

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) di Dinas Ketahanan Peternakan dan Pangan (DKPP) Sumenep mendapat warning dari legislatif. Sebab, program untuk peternakan itu dari tahun 2020 minim peminat, bahkan belum ada penanganan serius.

Kepala bidang (Kabid) Produksi dan Pengembangan Usaha Peternakan DKPP Sumenep Arman Mustafa mengatakan, dirinya mengakui jika program AUTS masih minim peminat. Alasannya, peternak sapi masih belum memahami tentang pentingnya program tersebut.

Bacaan Lainnya

“Sosialisasi kami lakukan misalnya ketika turun ke lapangan, tapi tahun 2021 akan kami tingkatkan kembali,” katanya, Rabu (27/1/2020).

Arman melanjutkan, program untuk melindungi ternak itu sejauh ini hanya diikuti Kecamatan Bluto, tepatnya, di Desa Gingging dan Desa Aengdake. Rinciannya, Desa Aengdake 17 dan di Desa Gingging 10.

Dijelaskan, Sapi Sumenep merupakan sapi yang terbanyak di Madura, di Kota Keris terpusat di Kecamatan Guluk-guluk, Ganding, serta Lenteng, namun klaim asuransi di lokasi tersebut masih nihil.

“Selanjutnya kami akan tingkatkan sebisa mungkin,” paparnya.

Diketahui, pentingya program AUTS bahwa biaya pengganti yang dipremi yakni harganya 10 juta dan premi yang disubsidi yakni dari harga awal Rp160 ribu, peternak hanya membayar Rp40 ribu per ekor untuk perlindungan satu tahun.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep Juhari menegaskan, minimnya program AUTS menjadi evaluasi serius. DKPP  wajib melakukan pendekatan dan sosialisasi terhadap masyarakat. sosialisasi paling utama harus dilakukan pada masyarakat pedesaan yang memang jauh dari informasi terbaru.

“Di masyarakat ketika kami tanya tidak tahu akan program AUTS. Maka, harus perlu diberikan pemahaman, masak dari puluhan ribu sapi di Sumenep hanya sekitar 43 ekor yang diklaim asuransi,” ujarnya.

Selain itu disampaikan oleh Syarif salah satu peternak di Kecamatan Lenteng, mengaku tidak mengetahui akan adanya program  AUTS.

“Saya tidak tahu, kalau ada program AUTS, tidak ada sejauh ini semacam sosialisasi dan sejenisnya,” tuturnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *