Program Beasiswa Perhotelan Nihil Anggaran, Pemkab Sumenep Hentikan Kerja Sama dengan Kampus

News244 views

KABARMADURA.ID | SUMENEP-Pemerintah  Kabupaten (Pemkab) Sumenep sempat bekerja sama dengan Institut Amitya Surabaya. Kerja sama itu terkait pengiriman siswa untuk belajar ilmu perhotelan di kampus tersebut. Namun untuk tahun ini, program tersebut tidak lagi dilaksanakan. 

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohamad Iksan mengatakan, program itu sempat berlangsung mulai dari tahun ajaran 2020-2021. Pada waktu itu berhasil mewisuda 30 mahasiswa. 

“Tahun ini program tersebut tidak ada lagi. Kontrak kerja sama tidak diperpanjang. Kami tidak punya anggaran lagi untuk itu,” kata dia. 

Sementara pada angkatan 2021-2022 juga ada sekitar 20 mahasiswa telah wisuda. Mereka pun bekerja, sebab sudah selama setahun mendapatkan pelatihan ekslusif dari Institut Amithya. Mereka ditempatkan di hotel di Sumenep. 

Baca Juga:  WFH Dua Hari, Pemkab Sumenep Dorong ASN Hemat Energi dan Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan

Sebenarnya dia berharap program itu terus diselenggarakan, apalagi biaya mahasiswa yang secara keseluruhan dibiayai Pemkab Sumenep. Tujuannya agar bisa meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perhotelan di Sumenep. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Sebab, selama satu tahun, para peserta didik mendapatkan serangkaian pembelajaran tentang ilmu perhotelan serta mendapatkan sertifikat dan surat rekomendasi kerja di akhir masa studinya. Selain itu, mengikuti kelas teori dengan dilanjutkan praktik atau magang langsung. 

“Kami hanya pelaksana anggaran, jika tidak ada anggaran lagi maka otomatis putus kontrak kerja samanya,” imbuhnya. 

Baca Juga:  Bupati Sumenep Tegaskan Staf Ahli Bukan Jabatan Buangan

Masih menurut Iksan, jika berbicara peluang, program itu jadi salah satu solusi mengurangi pengangguran, apalagi masa depan perhotelan di Kota Keris ini tetap cerah, karena seiring dengan komitmen Pemkab Sumenep yang akan mengembangkan objek wisata. 

Sementara selama pariwisata dan perhotelan itu mulai berjalan, maka ketersediaan SDM melalui sekolah perhotelan juga masih dibutuhkan. 

Sekedar diketahui, dalam program itu, setiap orang dibiayai Rp15 juta. Sejak berlangsung pada tahun 2022 lalu, program tersebut berhasil menyekolahkan sekitar 50 orang. 

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Wawan A. Husna

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *