oleh

Program BPNT Belum Dapat Dinikmati Semua KPM

Kabarmadura.id/Sumenep-Bantuan pangan nontunai sudah mulai direalisasikan Kabupaten Sumenep. Sayangnya, bantuan yang bersumber dari Kementrian Sosial (Kemensos) itu masih belum terealisasi secara keselurahan. Dari 128.016 KPM yang menerima rastra, tidak semuanya bisa menikmati program tersebut.

Hal itu disampaikan Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Sumenep Moh. Zaini. Menurutnya, penyaluran BPNT masih belum menyeluruh. Saat ini masih proses dan tahap meluncurkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lagi.

“Walaupun tidak menyeluruh, bantuan itu akan tetap diusahakan selesai di akhir tahun,” katanya, Rabu (18/12/2019)

Sebelumnya dia juga menyampaikan, Tujuan program BPNT adalah agar masyarakat mendapatkan bantuan secara tepat sasaran dan tepat waktu. Selain itu pemerintah ingin memperbaiki sistem yang lebih bagus dibanding sebelumnya.

Mengenai cara pengisian administrasinya yakni, mengisi formulir yang diberikan oleh bank dengan menyerahkan fotokopi KTP, KK. Nanti jika formulir sudah selesai, bank akan memberikan kartu anjungan tunai mandiri (ATM) kepada KPM.

“Setiap KPM akan diberi kartu seperti ATM dari bank BRI sebagai penyalur. Kartu itu bisa digunakan untuk mengambil sembako berupa beras dan telur di setiap warung elektronik (e-warung),” ujarnya.

Jika dirupiahkan, nilai bantuan adalah Rp110 ribu tiap KPM. Nanti dibelikan sembako ke e-warung. Sehingga, nantinya benar-benar tepat sasaran. Harapannya, masyarakat dapat mempelajari sistem BPNT tersebut.

Dari jumlah 128.016 KPM penerima bansos rastra, beberapa di antaranya mengalami gagal buka rekening kolektif (burekol). Karena itu, kemungkinan adanya perubahan jumlah penerima ketika BPNT diberlakukan.

“Dari jumlah KPM nanti bisa saja ada pengurangan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumenep Faisal Mukhlis mengatakan, program BPNT harus dimaksimalkan agar segera dapat dinikmati masyarakat penerima bantuan.

“Saya berharap pendistribusian BPNT tepat sasaran dan meyeluruh,” pungkasnya. (imd/pai)

Komentar

News Feed