Program Desmigratif Tanpa Infrastruktur

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI-PROGRES: Warga berada di sekitar halaman kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertans) Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMKASAN – Pemerintah mencanangkan program desa migran produktif (Desmigratif), untuk menekan jumlah tenaga kerja Indonesia (TKI). Sayang, program yang diperuntukan terhadap desa-desa yang menjadi penyumbang TKI tak dilengkapi dengan infrastruktur yang memadai.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trnasmigrasi (Disnakertrans) Pamekasan Arif Handayani menyampaikan, sasaran program tersebut didominasi oleh masyarakat desa pantura yang menjadi penyumbang terbanyak jumlah TKI. Di antaranya, Desa Pasanggar, Waru Timur, Bangsereh.

Dikatakan Arif, tujuan utama program tersebut, untuk meminimalisir banyaknya warga yang berangkat kerja ke luar negeri. Diharapkan, melalui fasilitasi lapangan pekerjaan berbasis wirausaha, jumlah TKI asal Pamekasan akan menurun.

“Lapangan pekerjaan itu Insya Allah dapat menunjang masyarakat di desa produktif tersebut,” katanya, Senin (13/5)

Dikatakan Arif, adapun empat pilar utama program Desmigratif, yakni pusat layanan imigrasi, kegiatan usaha produktif untuk memberikan edukasi awal tata kerja, untuk kemudian menjadi bekal bekerja di luar negeri, community parenting untuk anak-anak pekerja migran dan pembentukan koperasi Desmigratif.

Rangkaian program Desmigratif diakui Arif, merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik kepada para calon pekerja migran, purna pekerja, yang tak lain merupakan program rintisan yang sifatnyatnya percobaaan.

Untuk infrastruktur, saat ini program infrastruktur di desa penyumbang TKI ditiadakan. Alsannya, adanya program infrastruktur seperti itu, hanya untuk memfasilitasi para keluarga TKI untuk memelihara atau ternak ayam, kemudian usaha mandiri seperti pembuatan sandal dan menjahit.

“Infrstruktur penerangan jalan tahun ini juga tidak ada, masih menunggu program susulan ditahun 2019,” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Mohammad Sahur menyampaikan, program Desmigratif merupakan program pemerintah pusat yang bertujuan membangun masyarakat desa produktif.

Sayangnya, program tersebut belum merata di wilayah Pamekasan, utamanya program infrstruktur sudah ditiadakan, hal ini menjadi evaluasi bersama utamanya dinas terkait sebagai leding sektornya.

“Saya berharap masyarakat senantiasa menyadari bahwa program desmigratif merupakan upaya pemerintah, agar seluruh masyarakat desa menjadi produktif tanpa harus bekerja ke luar negeri,” tandasnya. (km45/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *