oleh

Program Fish On Nelayan Belum Direalisasikan

Kabarmadura.id/Bangkalan-Program Fish on dari Dinas Kelautan dan Perikanan belum juga direalisasikan. Program yang digadang-gadang akan membantu dan memudahkan nelayan dalam menangkap ikan ini nyatanya belum sepenuhnya siap dijalankan.

Padahal para nelayan sudah banyak menunggu, dan berharap agar segera ada tindak lanjut untuk petunjuk teknis penggunaannya. Meskipun nelayan Bangkalan sebagian sudah ada yang mencoba, namun masih banyak kendala. Seperti kekuatan sinyal dan kondisi laut yang tak sesuai dengan aplikasi.
Salah satu nelayan asal Kampung Lebbak Kelurahan Pangeranan Moh Hosen mengatakan, dirinya sudah pernah mencoba aplikasi Fish on yang sudah disosialisikan akhir Desember 2019 lalu. Kinerjanya juga lumayan efektif. Sebab dapat mengetahui dan mendeteksi titik yang terdapat banyak ikan.
“Kalau kinerjanya lumayan efektif. Tapi penerapannya pada nelayan Bangkalan masih belum maksimal, ” katanya.
Selain aplikasi, hal yang menunjang pelaksanaannya tentu adalah sarana prasarana yang dimiliki oleh nelayan. Sebab perahu yang digunakan masih menggunakan mesin manual. Sehingga banyak ikan yang lari saat perahu hampir mendekati titik kumpul ikan.
“Kendalanya disini. Jaring kami juga masih pakai tangan. Sehingga harus mendekat ke titik kumpul ikan untuk menangkapnya,” ujarnya.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bangkalan Mohammad Zaini menjelaskan, sebenarnya aplikasi Fish on belum resmi diluncurkan. Akan tetapi sudah dilakukan sosialisasi dan penjelasan terhadap penggunaan. Sehingga jika langsung digunakan sebelum adanya simulasi rasanya agak terburu-buru. Dan hasilnya juga dikhawatirkan tidak akan maksimal.
“Kami baru laksanakan sosialisasi. Belum simulasinya. Kemungkinan Minggu ini,” terangnya.
Mohammad Zaini menambahkan, aplikasi tersebut sebenarnya merupakan program kementerian Kelautan dan Perikanan. Akan tetapi pelaksanaannya juga dipasrahkan pada DKP di masing-masing daerah. Sehingga, banyak daerah tidak melakukannya secara serentak. Sama seperti di Bangkalan. Dinas nya belum meresmikan tapi nelayannya sudah ada yang memakai.
“Kami tidak bisa melarang. Sebab itu efek perkembangan teknologi. Sehingga nelayan sudah tahu dengan cara melihat tutorial di media sosial,” pungkasnya. (KM50/pai)

Komentar

News Feed