Program Integrasi Wisata di Pamekasan Terus Dikebut

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ IST) GEMBIRA: Wisatawan lokal sedang menikmati wahana di salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pamekasan.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan tentang integrasi wisata yang direncanakan rampung pada tahun 2020, terus dikebut. Saat ini, Pemerintah Kabupaten Pamekasan, tengah melakukan finalisasi program tersebut.

Disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan Nurul Widi Astuti, saat ini pembangunan tiga destinasi wisata yang bakal dinuansakan menjadi satu destinasi wisata melalui program integrasi wisata tersebut, mulai ada perkembangan.

Bacaan Lainnya

Di kawasan panti Jumiang saat ini tengah berjalan pembangunan kios. Tidak hanya itu, sejumlah infrasturktur lainnya seperti track dan pembangunan tanggul pengaman juga tengah dilakukan. Bahkan sarana prasarana seperti tempat selfie para pengunjung juga tengah disiapkan.

Tidak hanya di Jumiang, pembangunan kios di Pantai Talang Siring juga tengah dalam pengerjaan. Pembangunan track, gazebo dan pelengsengan tengah dikebut untuk segera diselesaikan. Bahkan toilet di sejumlah tempat wisata juga dipersiapkan.

Pihaknya menargetkan, pada akhir bulan Agustus ini proyek pembangunan destinasi wisata di Lembung akan diselesaikan. Sehingga program integrasi wisata yang ditargetkan selesai pada tahun 2020 ini mulai ada perkembangan.

Program integrasi wisata tersebut merupakan program di mana tiga destinasi wisata akan dijadikan satu akses sehingga bisa dinikmati secara bersamaan. Tiga destinasi itu yaitu Pantai Jumiang, wisata hutan mangrove di Desa Lembung dan wisata Pantai Talang Siring.

“Insyaallah yang di Desa Lembung akhir bulan Agustus ini selesai,” ungkakpnya, Senin (10/8/2020).

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiuddin berharap, wahana destinasi wisata baru itu dapat memberikan perubahan tersendiri bagi para pengunjung, sehingga merasa puas dan terhibur dengan adanya wahana baru tersebut.

Selain itu menurutnya, dengan inovasi destinasi wisata juga bisa mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata. Tentu menurutnya juga berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar.

“Semoga dengan hal baru ini perekonomian masyarakat bisa terbantu, dan pengujung pun akan merasa semakin terlayani,” ujarnya. (ali/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *