Program Jalan Sentra Pertanian Rp100 Juta Rawan Diselewengkan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) BUTUH PENGAWASAN: Setiap kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Sampang, harus mengajukan proposal untuk memperoleh program infrastruktur jalan sentra pertanian sebesar Rp100 juta.

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Pembangunan infrastruktur jalan, untuk mempermudah akses menuju lahan pertanian mulai diperhatikan. Program jalan sentra pertanian tersebut, nantinya akan dikerjakan oleh kellompok tani (Poktan) dengan pagu anggaran sebesar Rp100 juta. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Sampang, Suyono, Kamis (18/02/2021).

Menurutnya, untuk memperoleh program itu poktan harus mengajukan permohonan. Sebab, program itu  berdasarkan aspirasi dari poktan. Di tahun 2020 kemarin,  dari ribuan poktan hanya ada 10 kelompok  yang mendapatkan program tersebut. Yakni, poktan di Kecamatan Banyuates, Ketapang, Sreseh, Pangarengan, Camplong, dan Kedungdung.

Bacaan Lainnya

“Masing-masing poktan Rp100 juta, jika dikalkulasilan 10 poktan, maka Rp1 miliar. Cuma anggaran tersebut tidak langsung cair sekaligus, tetapi dua kali pencairan. Dan anggaran itu langsung masuk ke rekening Poktan masing-masing. Sedangkan untuk tahun ini ada 5 poktan yang memperoleh program dengan sumber dana dari pusat,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pengalokasian program tersebut dikhususkan  untuk jalan sebagai akses utama menuju lahan pertanian masyarakat. Salah satu tujuannya, untuk memudahkan mobilisasi dan mesin pertanian menuju lahan pertanian. Sebab,  jalan di daerah sawah mayoritas kecil dan tidak terurus.

Selain itu, untuk tanah yang akan dibangun jalan tidak ada biaya ganti rugi. Sebab, sesuai dengan asas manfaatnya jalan itu nantinya dilalui para petani. Adapun untuk lebar jalan, harus dua setengah meter, dengan ketentuan lokasi sebagai akses menuju lahan pertanian. “Akses untuk masuk ke lahan tani itu lebih mudah, sehingga ketika ada jalan pakai sepeda motor, atau pikup itu bisa. Dan janis pengerjaannya itu makadam,” imbuhnya.

Sementara itu, Mahasiswa Asal Kecamatan Banyuates Sampang, Arifin menyampaikan,  program tersebut perlu adanya pengawasan dari dinas terkait. Sebab, jika dipasrahkan pada poktan khawatir tidak dikerjakan secara serius. Mengingat, masih banyak   yang tidak aktif, hingga saat ini.

Padahal, kata Arifin salah satu untuk peningkatkan pertanian itu harus memasimalkan kelompok yang ada di lapangan. Sehingga, untuk mengkoordinir ke bawah  untuk peningkatkan pertanian lebih mudah. “Pengawasan itu harus ada, khawatir dikerjakan asal-asalan. Jika memang mau meningkatkan pertanian, seharusnya rombak dulu kelompok-kelompok yang tidak aktif itu. Nah disitu baru memulai inovasi baru,” responnya. (mal/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *