oleh

Program Jatim Puspa Tunggu Pengumpulan Data

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Program Jawa Timur (Jatim) Pemberdayaan Usaha Program Perempuan (Puspa) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim di Pamekasan belum bisa direalisasikan. Hal itu karena saat ini masih menunggu pengumpulan data usulan dari desa penerima program tersebut.

Kepala Dinas Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Ach. Faisol melalui Kasi Fasilitas Barang dan Kerja Sama Desa Dengan Pihak Ketiga, Moh. Fahmi mengatakan, program Jatim Puspa merupakan program pengganti dari program Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera (Jalin Matra). Program ini dalam rangka pengembangan usaha perempuan yang sudah tidak terdaftar lagi dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

“Sekarang pendamping kami di desa masih tahap penyusunan pengumpulan permohonan terhadap Gubernur Jatim,” terbangnya Selasa (6/4/2021).

Menurutnya untuk tahun ini ada  37 keluarga penerima manfaat (KPM) yang akan menerima program Jatim Puspa. Dari 37 KPM tersebar di di lima desa, yakni Desa Pegantenan, Seddur, Banyupelle, Palengaan Daja dan Desa Waru Timur.

Fahmi sapaan akrabnya menambahkan, bantuan program Jatim Puspa sendiri diberikan kepada perempuan yang memiliki usaha dan masuk dalam data terpadu  kesejahteraan sosial (DTKS).

Bantuan tersebut Rp2,5 juta. Yakni berupa barang atau alat untuk pengembangan usahanya. Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, bantuan itu ditransfer dari Pemprov Jatim ke rekening desa penerima program Jatim Puspa.

“KPM hanya menerima barang untuk pengembangan usahanya,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Pamekasan Imam Hosairi meminta agar program Jatim Puspa betul-betul dikawal. Apalagi saat ini banyak para pedagang yang perlu didorong untuk meningkatkan usahanya.

“Saya berharap kebutuhan pelaku usaha sesuai dengan porsi dana yang dialokasikan untuk KPM. Pemerintah juga harus berperan aktif agar bantuan tidak diselewengkan,” pintanya. (km60/mam)

 

Komentar

News Feed