oleh

Program Kartu Tani di Sumenep Hanya Kaver Masyarakat Yang Tergabung di Poktan

Kabarmadura.id/Sumenep--Realisasi kartu tani di Kabupaten Sumenep hanya mengcover masyarakat yang tergabung sebagai anggota kelompok tani (Poktan). Sedangkan masyarakat yang tidak tergabung di poktan tidak menikmati ketersediaan program pemerintah berupa kartu tani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DPTPHP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyuluh, A.Farid mengaku program kartu tani sebagai persyaratan bagi petani untuk mendapatkan subsidi bantuan baik dari daerah maupun program pusat.

Menurutnya, program kartu tani sudah diwajibkan sebagai syarat mendapatkan pupuk bersubsidi untuk beberapa daerah termasuk Jawa Timur (Jatim). Namun untuk mendapatkan kartu tersebut harus menjadi anggota, atau pengurus poktan.

“Memang kartu tersebut bertujuan, agar pupuk bisa lebih tepat sasaran, terutama pupuk yang bersubsidi. Per satu September kemarin sudah wajib menggunakan kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi,” ujarnya, Rabu (16/09/2020).

Farid menambahkan, sampai saat ini yang tergabung dalam poktan masih tergolong sedikit daripada masyarakat tani pada umumnya. Hal itu disebabkan lambatnya petani saat mendaftar di elektronik definitif rencana kebutuhan kelompok (ERDKK).

Ditegaskan masyarakat yang tidak memperoleh kartu tani, bukan persoalan. Apalagi saat ini untuk dunia pertanian masih belum membutuhkan pupuk, dan sebelumnya masih belum diterapkan kewajiban harus pegang kartu tani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Sebelumnya bisa dilakukan manual, tapi baru-baru ini berubah ke elektronik. Sehingga itu menjadi penghambat, sebab banyak yang masih belum paham, sehingga harus diberikan pembinaan ke poktan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, jumlah petani yang sudah mengantongi kartu tani sebanyak 99.164 orang. Sedangkan sebanyak 15.092 orang masih proses administrasi di perbankan.  Mereka tergabung dalam 3.892 poktan dengan jumlah total 121.669 petani.

“Tidak semua petani dapat kartu tani, yang tanahnya lebih dari dua hektar tidak dikategorikan sebagai penerima subsidi, kalau petani tambak satu hektar batasnya,” tegasnya. (ara/ito)

 

Komentar

News Feed