oleh

Program Kartu Tani Jangan Disembunyikan

KABARMADURA.ID, Bangkalan – Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahorbun) diminta untuk lebih serius tangani persoalan pendataan kartu tani. Sebab, saat ini masih banyak ditemukan petani yang belum mendapatkan kartu untuk kesejahteraan bagi petani itu.

Kepala Dispertahorbun Kabupaten Bangkalan Puguh Santoso mengatakan, saat ini sedang dilakukan pendataan petani yang belum terdaftar di kelompok tani masing-masing daerah. Fungsi kartu tani untuk lebih mudah pada saat dilakukan survei dan memudahkan petani dalam pembelian pupuk.

“Petani di Bangkalan jumlahnya 69.000, yang sudah berkartu tani sekitar 22.000, jadi kurangnya 46.000,” jelasnya.

Dikatakan Puguh, kartu tani yang direncanakan rampung pada awal Bulan September itu ternyata meleset.  Sampai saat ini belum bisa direalisasikan. Sebab masih terkendala administrasi.

“Teman-teman di lapangan masih melakukan pencacahan dan verifikasi,” kata Puguh, Rabu (30/9/20).

Sementara itu, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangkalan Fathur Rosi mengatakan, Dispertahorbun agar segera mencari solusi terkait program kartu tani yang tak kunjung selesai itu.

“Berharap ada solusi terbaik untuk menutupi semua kekurangan yang saat ini sedang menjadi masalah, program ini harus merata,”  jelasnya.

Fathur Rosi juga berharap agar Dispertahorbun untuk bekerja ekstra dalam melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Dikataknnya selama ini masih banyak petani yang belum mengetahui dengan adanya kartu tani tersebut.

“Harus bekerja ekstra untuk sosialisasikan kepada masyarakat atau petani, jangan sampai program ini terkesan ditutup-tutupi” tukasnya. (KM56/mam)

Komentar

News Feed