Program Kewirausahaan Pesantren di Sumenep Terserap 5 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) WIRAUSAHA: Tahun ini program usaha pesantren sudah dilaunching.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep berkomitmen menjadikan pesantren tidak hanya sebagai lembaga transfer ilmu-ilmu agama saja, tapi juga memiliki kepedulian terhadap masalah kewirausahaan. Sehingga ditargetkan setiap tahun mencetak wirausaha santri dan kalangan muda di era industri 4.0. sebanyak 1000 unit usaha.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep Saifuddin Ansari mengatakan, untuk  tahun ini pihaknya hanya menargetkan 500 usaha. Hal itu diakuinya sudah disesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini.

“Tahun ini mungkin karena masih tahun pertama, maka hanya 500 atau separuh dulu, sehingga anggarannya tidak bakal terserap semua,” kata Ipud, sapaan akrabnya.

Menurutnya, dari Rp1,5 miliar anggaran yang sudah disiapkan masih sekitar 5 persen yang terserap. Masa-masa saat ini pihaknya tidak memaksakan untuk bisa terealisasi semua. Pihaknya lebih mengutamakan keselamatan, khususnya di masa pandemi ini.

Tetapi untuk selanjutnya, pihaknya akan memaksimalkan program tersebut, hal itu dikarenakan kontribusi pesantren terhadap pembangunan daerah menempati posisi penting.

Apalagi selama ini, pesantren telah berperan penting sebagai sarana peningkatan sumber daya manusia (SDM). Namun demikian, pesantren masih belum menyentuh aspek keahlian di bidang usaha, sehingga lulusan pesantren seringkali sulit beradaptasi dan bersaing serta kurang mandiri dalam mengembangkan usaha.

Ditambahkan Ipud, kabupaten paling timur Pulau Madura ini memiliki lebih dari 300 pesantren yang tersebar di semua kecamatan dengan jumlah santri mencapai puluhan ribu. Sehingga sudah selayaknya mendapatkan peranan penting dalam meningkatkan kesejahteraan secara ekonomi.

“Melalui program kewirausahaan di pesantren diharapkan akan mengantisipasi munculnya orang miskin baru (OMB) di Sumenep,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, program kewirausahaan pesantren akan dilaksanakan sejak tahun ini dengan anggaran berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dengan program tersebut diharapkan menumbuhkan kreativitas usaha para santri maupun alumni pesantren.

Selain itu program tersebut untuk mengoptimalkan potensi-potensi yang ada di pesantren agar bisa bernilai ekonomis, dan memberi nilai tambah bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *