Program KIA di Sumenep Tak Merata

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) TIDAK MERATA: Anak-anak belajar bersama, mereka belum punya KIA semua.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Program Kartu Identitas Anak (KIA) dinilai belum maksimal. Hal itu terbukti dari target 60ribu anak namun sampai saat ini yang mendaftar 37 ribu anak. Kondisi itu membuat Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sumenep,  ditekan agar tahun ini program KIA bisa tembus 20 persen dari jumlah keseluruhan anak.

Kepala bidang (Kabid) Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil Sumenep Wahasah menjelaskan, program KIA selama ini belum sepenuhnya dimaksimalkan, karena masih fokus proses perekaman kartu tanda penduduk (KTP).

Bacaan Lainnya

“Apalagi selama ini sekolah rata-rata belajar dari rumah, sementara kami biasanya itu turun ke sekolah. Dan yang menjadi sasaran adalah yang banyak siswanya. Khususnya di area perkotaan,” katanya.

Dijelaskan Wahasah, sementara sasaran program KIA masih berpusat di kota, hal ini disebabkan informasinya masih belum merata sampai pelosok. Tetapi yang sudah mendaftar terbilang cukup banyak, yaitu sudah sekitar kurang lebih 37 ribu anak.

Selain sekolah, pihaknya akan mencoba bekerja sama dengan pesantren. Dengan alasan satuan pendidikannya mulai tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA sederajat. Hal itu juga bertujuan untuk efisiensi waktu.

“Karena selain KIA juga ada layanan perbaiki KK, akta, rekam KTP untuk yang sudah masuk syarat. Artinya sekali turun tidak hanya satu pelayanan,” imbuhnya.

Perempuan yang pernah menjadi aktivis PMII itu mengatakan, sebagai solusi juga, pihaknya akan melakukan layanan integrasi, yaitu dengan langsung atau otomatis membuat KIA bagi masyarakat yang mempunyai kepentingan membuat akta kelahiran.

“Itu sebagai wujud lain dari jemput bola, kalau tidak seperti itu sulit mencapai target,” tukas perempuan asal Kecamatan Bluto itu. (ara/mam)

 

1.Terealisasi 37 ribu
2.Target 2019 dan 2020 60 ribu anak
3.Akumulasi anak di bawah usia 17 tahun, 136 ribu anak
4.Penyebabnya masyarakat menilai kurang penting
5.Solusi dengan Pelayanan terintegrasi

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *