Program Kotaku di DPRKP dan CK Berjalan Sukses

  • Whatsapp
(FOTO: BENNY IRAWAN FOR KM) GAGAH: Kabid Perumahan DPRKP dan CK Sumenep Benny Irawan saat memaparkan soal program kotaku tahun 2021.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (DPRKP) dan Cipta Karya (CK) Sumenep kembali memfasilitasi pelaksanaan kegiatan padat karya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp2.100.000.000. Anggaran tersebut untuk program padat karya berupa Kota Tanpa Kumuh (Kotaku). Sementara tahun ini tercatat  tujuh desa yang mendapatkan program tersebut. (Selengkapnya lihat grafik).

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman DPRKP dan CK Sumenep Benny Irawan mengatakan, tahun 2021 program Kotaku berbentuk cash for work atau padat karya tunai.

“Dana tersebut dari pemerintah pusat langsung masuk pada masyarakat yang mendapatkan bantuan,” katanya, Kamis (16/9/2021).

Diketahui, cash for work merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya yang miskin dan marginal yang bersifat produktif dengan mengutamakan pemanfaatan sumber daya, tenaga kerja, dan teknologi lokal untuk memberikan tambahan upah atau pendapatan, meningkatkan daya beli, mengurangi kemiskinan.

Dijelaskannya, kegiatan Kotaku untuk rehabilitasi, peremajaan, memperbaiki aset-aset kegiatan yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Misalnya memperbaiki jalan paving yang rusak dan lainnya. Harapannya, untuk meningkatkan perekonomian dan pemulihan ekonomi masyarakat.

“Program tersebut saat ini alhamdulillah sudah terealisasi tanpa ada kendala,” ujarnya.

Dikatakan Benny, dana senilai Rp2.100.000.000 dibagi pada tujuh desa di kabupaten yang berada di ujung pulau Madura itu. Masing-masing desa mendapatkan Rp300 juta.

“Meski dana tersebut lebih dari Rp200 juta pada masing-masing desa, tidak perlu melakukan mekanisme lelang sebab sifatnya swakelola,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Moh. Jakfar mengatakan, salah satu program strategis yang sukses digelar yakni Kotaku. Program tersebut direalisasikan melalui gerakan 100-0-100 dan masuk pada sektor pengembangan kawasan permukiman.

”Seratus persen akses universal air minum, nol persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak,” paparnya.

Pada tahun 2020 program Kotaku dilaksanakan di dua desa. Yakni, Desa Bukabu dan Ambunten Timur yang keduanya berada di Kecamatan Ambunten.

”Dua desa itu masuk lokasi kumuh. Pemerintah mengucurkan dana satu miliar untuk masing-masing desa itu,” ujarnya.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M. Ramzi mengatakan, program padat karya yang berbentuk program Kotaku wajib dilestarikan dengan baik. Anggarannya harus tepat sasaran. Harapannya, masyarakat dapat menikmati program dari pemerintah.

“Dana tersebut harus sesuai kegunaan sebagaimana mestinya,” ucap politisi partai Hanura itu.

 

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *