Program MCK Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang Diduga Janggal  

News193 views

KABARMADURA.ID | SAMPANG, SOKOBANAH-Kendati sudah melewati tahun anggaran, program Pembangunan Kamar Mandi, Cuci, Kakus (MCK) di Desa Bira Timur Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang tetap dipaksakan dikerjakan pertengahan tahun ini. Padahal, anggaran tersebut sudah direalisasikan tahun 2022 kemarin. Proyek Pembangunan dua unit MCK dengan pagu anggaran Rp82.899.000 bersumber dari dana desa (DD) Bira Timur tahun 2022 kemarin. 

Namun, hingga saat ini realisasi pekerjaannya belum tuntas. Kuat dugaan, proyek yang dianggarkan melalui DD sarat penyimpangan. Sebab tetap dikerjakan, meski sudah melampaui tahun anggaran berjalan. Informasi yang dihimpun Kabar Madura dari warga proyek MCK di Dusun Balanan Desa Bira Timur Sokobanah itu baru dikerjakan sekitar bulan Juni tahun 2023 kemarin. 

Untuk itu, program MCK di Bira Timur tersebut, perlu dipertanyakan dan kuat dugaan adanya permainan dan manipulasi surat laporan pertanggungjawaban (LPj) pada anggaran pendapatan dan belanja desa (APBDes) yang dilaporkan ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).  Sehingga dana tetap bisa dicairkan meskipun belum dikerjakan

Baca Juga:  Cabor Voli Indoor Sumenep Gagal Sumbang Medali dari Porprov Jatim VIII 

“Setahu saya kalau sudah lewat tahun anggaran, proyek ini tidak bisa dilaksanakan dan dananya mesti dikembalikan, tapi MCK di Bira Timur ini kok bisa, kami curiga ada kongkalikong karena tetap dikerjakan meski melampaui tahun anggaran,” ujar pria inisial M (31) asal Kecamatan Sokobanah itu kepada Kabar Madura, Senin (7/8/2023).

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli (TA) Pendamping Desa Kabupaten Sampang Mujiburrahman mengatakan, semestinya hal tersebut tidak boleh dan tidak bisa dibenarkan. Sebab kegiatan di tahun anggaran 2022 dibatasi waktu pelaksanaan di tahun itu juga. Menurutnya, kasuistik di Desa Bira Timur itu tidak bisa dihubungkan secara langsung dengan pendamping. Sebab yang bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan kegiatan adalah pemerintah desa (pemdes).

Selain itu, juga ada peran Tim Verifikasi Kecamatan yang memberikan persetujuan ketika desa akan melakukan pencairan. Secara umum, kegiatan MCK di Desa Bira Timur itu dulu sudah di monev. Hasilnya memang belum dikerjakan, selanjutnya  dilaporkan ke pak camat. Dari Kecamatan informasinya sudah menindaklanjuti ke desa. Info terakhir kegiatan tersebut sudah di monev oleh Inspektorat, karena dianggap tidak selesai bahkan infonya harus ada pengembalian anggaran.

Baca Juga:  Peringati Hari Pahlawan, Bupati Fauzi Tekankan Seluruh Elemen Wujudkan Ekonomi Kerakyatan

“Semestinya jika ada kegiatan yang tidak selesai, maka pengajuan tahap selanjutnya di pending oleh kecamatan. Karena, terkadang yang terjadi ketika pendamping mengkonfirmasi apakah kegiatan selesai atau tidak, oleh pemdes dijawab sudah selesai,” responnya.

Sementara itu,  Plt Inspektur Daerah Ariwibowo Sulistyo belum bisa dimintai keterangan dan tanggapannya terkait adanya kasus proyek DD yang dikerjakan pada tahun berikutnya tidak memberikan keterangan dengan dalih masih di luar kantor.  “Maaf mas, saya masih di luar,” dalihnya melalui pesan singkat WhatSapp (WA). 

Tak hanya itu,  Kepala Bidang (Kabid) Bina Pemerintahan Desa DPMD Sampang Irham dan pihak Camat Sokobanah Sampang Sapta Noris Ramlan saat dihubungi melalui kontak pribadinya belum direspon.

 Pewarta: Subhan

Redaktur: Totok Iswanto 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *