oleh

Program Minat Baca DPK Sumenep Terabaikan

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) dengan puluhan lembaga pendidikan, tidak terealisasi. Program untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa itu sampai saat ini dinilai hanya sebatas wacana.

Kepala Bidang Perpustakaan DPK Sumenep Chairul A HD mengatakan, di masa mewabahnya Covid-19 menyebabkan sejumlah aktivitas sekolah tidak normal.Banyak sekolah melakukan pelajaran jarak jauh, sehingga program peningkatan minat baca tersebut secara otomatis tidak efektif.

“Ya ini kan masih pandemi, jumlah yang MoU saja masih belum diberikan layanan, kami tidak bisa beraktivitas jika sekolah tidak masuk kelas, takut bukunya nanti tidak dibaca,” katanya, Selasa (2/3/2021)

Dia menambahkan, MoU dengan berbagai lembaga pendidikan meliputi TK hingga SMA sederajat. Sebagai upaya menumbuhkembangkan minat baca masyarakat khususnya pelajar. Ia menambahkan, selama ini, pemerintah daerah telah berupaya memudahkan masyarakat untuk mendapatkan buku bacaan dengan adanya program perpustakaan keliling dan perpustakaan digital.

“Kami harapkan program yang telah dilakukan itu bisa mendekatkan masyarakat dengan perpustakaan, sehingga meningkatkan minat baca masyarakat di masa mendatang,” imbuhnya.

Sementara kerja sama yang dilakukannya itu melibatkan 86 lembaga, meliputi TK sebanyak 15 lembaga, SD/MI sebanyak 31 lembaga, SMP/MTs sebanyak 20 lembaga, dan SMA/SMK/MA sebanyak 16 lembaga.

“Kami setelah MoU itu memberikan layanan pustaka dengan cara meminjamkan buku ke sekolah sebanyak 50 buku selama satu bulan, setelah satu bulan mengganti buku pinjaman di masing-masing lembaga pendidikan,” tandasnya.

Anggota Komisi IV DPRD Sumenep Samiudin mengatakan, agar MoU tentang peningkatan minat baca tidak hanya sebatas rencana. Maka perlu DPK kembali melakukan pendaatan, terutama sekolah yang dinilai memiliki progres dan aktif di dunia literasi, dan terpenting daerah pelosok dan pondok pesantren tetap juga dimaksimalkan.

“Tetap menerapkan protokol kesehatan, cari dan koordinasi dengan dinas terkait, sekolah mana saja yang tetap masuk, termasuk di zona hijau, lanjutkan fasilitas tersebut,” paparnya. (ara)

Komentar

News Feed