oleh

Program PEN di Madura Banyak Kendala Tanpa Tahu Solusi

Kabarmadura.id-Pencairan tiga program insentif dari pemerintah pusat belum sepenuhnya beres. Programitu berupa bantuan langsung tunai (BLT) dengan persyaratan tertentu. Antara lain, subsidi gaji bagi pekerja peserta BPJS Ketenagakerjaan bergaji dibawah Rp5 juta, BLT bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan insentif kartu prakerja

Verifikasi, menjadi alasan belum dicairkan bantuan untuk program pemulihan ekonomi nasional (PEN) tersebut. Namun bukan hanya itu, untuk kasus insentif kartu prakerja, Dinas Ketenagakerjaan Sumenep justru mengaku hanya bisa membantu ala kadarnya, yakni memberi konsultasi terhadap proses pendaftarannya.

”Pendaftaran prakerjaini mayoritas memang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Kami tidak punya anggaran untuk pendampingan, ya kami lakukan ala kadarnya saja,” ucap Kasi Informasi Pasar Kerja Disnakertrans Sumenep Wiyono, Senin (14/2020).

Salah satu masalah yang kerap timbul, adalah adanya peserta yang sudah menyelesaikan tugasnya dan seharusnya sudah mendapatkan insentif, mendapati notifikasi berisi transfer gagal.

“Padahal, pada bulan lalu sudah menerima,” ucap Rahman sambil menunjukkan akunnya dan berhasil memotret tangkapan layar dari akunnya.

Kasus serupa juga terjadi pada BLT pelaku UMKM. Di Sampang misalnya, Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Koperasi Diskumnaker Sampang, Tina mengatakan, terdapat  7.348UMKM yang datanya sudah dikirim ke Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan UMKM Republik Indonesia untuk mendapatkan BLT .

Dari calon penerima tersebut, data 2.304 UMKM yang menjadi calon penerima sudah dikirimkan. Namun diakui Tina,  tidak semuanya sudah mencairkan ke Bank BRI.  Sebab, sedang didata di lapangan, setelah itu barulah penerima bisa mengambil ke bank.

“Uangnya sudah turun dari pemerintah pusat, cuma tidak semua UMKM sudah mencairkan, sebab masih didata,” ungkapnya, Senin (14/9/2020).

Sementara untuk program BLT atau subsidi bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta, meski udah tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, tidak semuanya bisa langsung menerima.

Sebab, sebagaimana disampaikan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Madura Dhyah Swasti Kusuma Wardhani, hanya peserta aktif yang tertib administrasi saja atau aktif iuran yang akan menerima bantuan tersebut.

Dana di Bank Tidak Bisa Langsung Ditarik

Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan Koperasi Diskumnaker Sampang Tina mengatakan, pendataan dari 2.304 UMKM yang sudah diajukan itu, adalah harus ke kantor Diskumnaker Sampang terlebih dahulu untuk memvalidkan data. Setelah itu baru dapat mencairkan bantuannya.

Hal itu membuat banyak pelaku UMKM berbondong-bondong ke kantor Diskumnaker Sampang.  Mereka harus mengisi data dan diserahkan kepada petugas Diskumnaker Sampang.

“Ketika UMKM sudah divalidkan datanya, tinggal mencairkan, adapun untuk UMKM yang tidak punya kartu rekening BRI akan dibuatkan oleh pihak bank,” imbuhnya.

Mengenai jadwal pencairan BLT sisa para pelaku UMKM yang terhitung kurang lebih 5.000 orang, pihaknya belum bisa memastikan, sebab belum ada surat pemberitahuan dari Kemenkop dan UMKM, termasuk juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Tidak semua UMKM yang terdata dan diajukan ke pemerintah pusat akan mendapatkan BLT. Sebab, masih diverifikasi oleh pemerintah pusat. Adapun 2.304 yang sudah tercatat jadi penerima, mayoritas UMKM binaan Diskumnaker Sampang.

“Untuk sisanya saya gak tahu, tapi prediksi saya tidak lama lagi, dan untuk UMKM yang diajukan itu saya tidak memastikan diterima semua atau tidak, karena yang berwenang semuanya dari pusat,” pungkasnya. (mal/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed